PAPUA TENGAH
Bau Limbah dan Sengkarut Administrasi, Operasional 11 SPPG di Mimika Dihentikan Sementara
AKTUALITAS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara operasional 11 dari 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
21 unit SPPG yang berhenti beroperasi ini mencakup wilayah strategis, yakni 3 unit di Distrik Mimika Baru, 4 di Wania, 3 di Kuala Kencana, dan 1 unit di Mimika Timur.
Keputusan ini menyasar kurang lebih 61 persen infrastruktur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut akibat persoalan pencemaran lingkungan hingga masalah administratif yayasan pengelola.
Kepala Regional BGN Papua Tengah, Nalen Situmorang, menjelaskan bahwa delapan unit SPPG terpaksa ditutup karena keluhan masyarakat terkait aroma tidak sedap.
Limbah dapur dari fasilitas tersebut diketahui langsung dibuang ke drainase permukiman tanpa melalui proses penyaringan yang layak.
“Visi Badan Gizi bukan sekadar memberi makanan bergizi lalu merusak kualitas air tanah masyarakat. Itu salah. Kami sedang mewajibkan setiap SPPG memiliki IPAL portabel yang saat ini sedang dalam proses pemesanan,” ujar Nalen dalam rapat koordinasi bersama Satgas MBG di Mimika, Selasa, (14/4/2026).
Selain perkara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tiga unit lainnya disuspensi karena adanya transisi atau pergantian yayasan pengelola.
Nalen menegaskan langkah ini diambil demi standarisasi teknis di lapangan. Dengan kebijakan ini, praktis hanya tujuh unit SPPG yang masih diizinkan melayani kebutuhan gizi anak-anak di Mimika.
Menurut Nalen, per hari ini hanya 7 SPPG yang tetap beroperasi. Namun, ia menegaskan bahwa pemberhentian ini tidaklah bersifat permanen dan hanya sementara.
Sementara itu, adapun Penutupan massal ini mulai berdampak pada distribusi makanan di sekolah-sekolah.
Di SDN Inpres Nawaripi misalnya, pasokan makanan bergizi dilaporkan belum kembali normal pasca-libur Idul Fitri.
Pemerintah Kabupaten Mimika merespons cepat situasi ini. Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyatakan akan segera mengevaluasi para mitra pengelola agar hak gizi anak-anak tidak terabaikan terlalu lama.
Ia menjadwalkan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi terdampak pada Rabu besok.
“Konsekuensinya ada pada anak-anak. Kami akan mengevaluasi 11 unit ini, apakah perlu pemanggilan mitra untuk melengkapi persyaratan atau langkah lainnya. Besok kami berencana melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung,” tegas Emanuel.
(Ahmad)
-
RAGAM23/07/2026 15:30 WIBDokter Peringatkan 3 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
-
NASIONAL23/07/2026 15:00 WIBResmi Jadi Kepala BGN, Sudaryono Kini Rangkap Tiga Jabatan
-
RIAU23/07/2026 12:00 WIBLAMR Bengkalis Perkuat Persatuan Lewat Gotong Royong Sambut Kenduri Adat
-
NASIONAL23/07/2026 16:00 WIBNanik S Deyang Bantah Isu Liar Mundur dari Kepala BGN, Sebut Dasco Paling Tahu
-
POLITIK23/07/2026 12:30 WIBPAN: Jangan Tafsirkan Posisi Duduk Prabowo-Gibran
-
EKBIS23/07/2026 09:30 WIBIHSG Bangkit Lagi
-
POLITIK23/07/2026 10:00 WIBYusril Bantah Deportasi WN Palestina Bermotif Politik
-
NUSANTARA23/07/2026 08:30 WIBSeorang Anggota Satgas Operasi Damai Cartenz Gugur Ditembak OTK di Yahukimo

















