EKBIS
Di Hari Libur, Bulog Terus Lakukan Penyerapan Gabah dan Beras
AKTUALITAS.ID – Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Widiarso mengatakan meskipun di hari libur jajaran Direksi Perum Bulog selalu melakukan monitoring penyerapan gabah setiap saat.
“Monitoring dan evaluasi penyerapan gabah dan beras dilakukan setiap hari melalui luring dan zoom/daring ke jajaran Bulog di wilayah beserta TNI, hingga progres penyerapan gabah atau beras dan segala problematikanya selalu terpantau dan problem yang muncul segera dapat terselesaikan,” ungkap Widiarso kepada Aktualitas.id, Rabu (2/4/2025).
Baca Juga: Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Stok Pangan Jelang Ramadhan
Menurut Widiarso, monitoring dan evaluasi sangat diperlukan untuk mencapai target stok cadangan beras sebagaimana sesuai arahan pemerintah.
“Kegiatan tersebut untuk memastikan penyerapan gabah/beras tetap berjalan walau hari libur disamping itu pembahasan tentang progress penyerapan gabah dan beras dalam menghadapi panen raya, sehingga pencapaian target stok cadangan beras pemerintah dapet terpenuhi,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Mau Petani Rugi, Wamentan Gandeng TNI Kawal Harga Gabah
Sebagai informasi, serapan gabah kering panen (GKP) dengan nilai pembelian ke petani sebesar Rp 6.500/Kg merupakan arahan Presiden RI, bukan hanya dilakukan oleh Bulog saja akan tetapi harus dilaksanakan juga oleh mitra Bulog dan para pelaku usaha pengeringan dan penggilingan beras, sehingga harga pembelian tidak boleh di bawah Rp 6.500/Kg. (Yan Kusuma)
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
JABODETABEK20/10/2026 06:30 WIBIni Jadwal SIM Keliling Jakarta 20 Oktober
-
JABODETABEK20/10/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Panas Ekstrem Intai Jakarta
-
NASIONAL20/10/2026 06:00 WIBHabiburokhman: RUU Perampasan Aset Rawan Dibajak Jadi Alat Gebuk Lawan Politik
-
POLITIK20/10/2026 09:00 WIBDPR Panggil KPU-Bawaslu soal PKPU
-
JABODETABEK20/10/2026 07:30 WIBTragis! Pelajar 14 Tahun Tewas Ditabrak Pajero di Mampang
-
OASE20/10/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bicara Air dan Kehidupan
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global

















