Berita
Digoyang Demo, Hongkong Dipastikan Memasuki Resesi Ekonomi
Ekonomi Hong Kong menyusut 3,2% selama periode Juli hingga September
Hong Kong memastikan bahwa negaranya memasuki resesi ekonomi pertama dalam satu dekade seiring berlanjutnya unjuk rasa anti-pemerintahan di sana.
Ekonomi Hong Kong menyusut 3,2% selama periode Juli hingga September dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal itu memastikan data awal yang dirilis.
Artinya, ekonomi negara itu telah mengalami kontraksi – pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif atau penurunan produk domestik bruto (PDB) – selama dua kuartal berturut-turut, yang merupakan definisi umum dari sebuah resesi ekonomi.
Wisatawan menjauh, sementara toko-toko merugi di tengah pertempuran antara demonstran anti-pemerintah dengan polisi.
“Permintaan domestik memburuk secara signifikan pada kuartal ketiga, karena insiden sosial setempat menyebabkan ambruknya aktivitas konsumsi dan menjatuhkan prospek ekonomi yang bergantung pada konsumsi dan sentimen investasi,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.
Negara itu kini memperkirakan perekonomian mereka akan menyusut sebesar 1,3% untuk setahun penuh.
“Mengakhiri kekerasan dan memulihkan ketenangan sangatlah penting bagi pemulihan ekonomi. Pemerintah akan terus memantau situasi dan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung perusahaan dan perlindungan,” kata pemerintah.
-
NASIONAL27/04/2026 20:00 WIBPresiden Prabowo Lantik Pejabat Baru di Istana
-
OLAHRAGA27/04/2026 18:30 WIBPermainan Solid, Jadi Kunci Janice/Aldila Menang Lawan Pasangan Unggulan di Madrid Open
-
JABODETABEK28/04/2026 08:30 WIBImbas Tabrakan KA, KRL Tak Beroperasi ke Cikarang
-
JABODETABEK28/04/2026 06:30 WIB79 Korban Luka, 5 Tewas dalam Kecelakaan KA Bekasi Timur
-
POLITIK28/04/2026 11:00 WIBNasDem: Masa Jabatan Ketum Parpol Hak Internal
-
EKBIS27/04/2026 17:30 WIBBahan Bakar B50 Diuji Penggunaannya Pada Kereta Api
-
NASIONAL28/04/2026 06:00 WIBMenko Yusril: UU Peradilan Militer Sudah Seharusnya Direvisi
-
DUNIA28/04/2026 08:00 WIBMojtaba Khamenei Tegaskan: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Normal

















