Connect with us

NUSANTARA

Rentetan Kasus Keracunan MBG di Sidikalang, Pati, dan Ogan Ilir: Ratusan Siswa Tumbang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa di berbagai wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami keracunan massal. Kejadian terbaru menimpa 154 siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang harus dilarikan ke rumah sakit sejak Selasa (10/2/2026).

Hingga Rabu (11/2/2026) pagi, sebanyak 53 siswa masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sidikalang dan Rumah Sakit Serenapita. Gejala yang dikeluhkan seragam: mual, muntah, dan diare hebat.

Kondisi Kritis dan Gejala Bau Basi Berdasarkan keterangan Kepala SMK Swasta HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, pihak sekolah menerima 720 porsi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palapa pada Senin (9/2/2026). Menu tersebut berisi nasi, ayam gulai, sayur selada, timun, dan pisang.

Namun, kecurigaan muncul saat jam istirahat. Dari 678 siswa, hanya 159 orang yang mengonsumsi makanan tersebut, sementara sisanya menolak karena mencium bau basi pada makanan yang disajikan.

“Siswa yang dirawat di RS ada 159 orang yang diduga terdampak MBG tersebut,” ujar Melanton, Selasa (10/2/2026). Mirisnya, dua siswi atas nama Refi Maha dan Mei Cinta Sianturi dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri di RSUD Sidikalang.

Rentetan Kasus di Pati dan Ogan Ilir Kejadian di Sidikalang bukanlah kasus tunggal. Pada hari yang sama, Senin (9/2/2026), sebanyak 22 siswa SMKN 4 Pati, Jawa Tengah, juga mengalami keracunan sesaat setelah menyantap menu MBG berupa garang asem ayam dan susu kedelai.

“Baru saja dikonsumsi, sekitar pukul 12.06 beberapa siswa mulai mengeluh mual dan pusing,” terang Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jateng, Budi Santosa.

Sementara itu, di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 15 santri Ponpes Al-Ittifaqiah juga dilaporkan tumbang. Tujuh di antaranya harus menjalani perawatan inap di RS Ar Royan setelah mengeluhkan perut terasa “ditarik-tarik” pasca-mengonsumsi jatah makan gratis tersebut.

Evaluasi Penyelenggara MBG Kasus beruntun ini memicu tanda tanya besar terkait standar keamanan pangan pada unit pendistribusian atau SPPG di tiap daerah. Di Sidikalang, pihak sekolah mengaku sudah menghubungi pihak distributor namun belum mendapatkan respons memadai.

Di sisi lain, pihak SPPG Pati mengklaim telah melakukan rapid test sebelum distribusi, namun observasi laboratorium masih terus dilakukan untuk mencari penyebab pasti kontaminasi.

Hingga berita ini diturunkan, tim medis di berbagai daerah masih melakukan observasi ketat terhadap para siswa yang dirawat. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut. (Kusuma/Mun)

TRENDING