Connect with us

NASIONAL

DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal Hemat Energi

Aktualitas.id -

DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal Hemat Energi, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan kebijakan work from home (WFH) sebagai satu-satunya solusi dalam program penghematan energi nasional.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai terlalu sempit dan berpotensi mengabaikan aspek strategis dalam tata kelola energi di Indonesia.

“WFH bukan solusi tunggal. Jangan sampai kebijakan hemat energi diambil secara instan tanpa perencanaan matang dan kajian komprehensif,” ujar Ratna, Sabtu (28/3/2026).

Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa ini menilai, kebijakan efisiensi energi seharusnya tidak hanya berfokus pada perubahan pola kerja aparatur sipil negara, tetapi juga menyasar sektor-sektor besar yang menjadi penyumbang utama konsumsi energi.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang lebih sistemik, terukur, dan berkeadilan agar program penghematan energi dapat memberikan dampak nyata.

Ratna menyarankan pemerintah untuk melakukan audit energi nasional secara menyeluruh, meningkatkan efisiensi penggunaan listrik di gedung-gedung pemerintah, serta mendorong sektor industri agar lebih hemat energi.

Selain itu, penguatan transportasi publik dinilai penting untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

Ia juga mengingatkan bahwa penerapan WFH memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang perlu dipertimbangkan, mulai dari produktivitas kerja, kualitas layanan publik, hingga potensi meningkatnya beban listrik rumah tangga.

“Kalau serius ingin hemat energi, perbaiki manajemen energi di berbagai sektor. Jangan hanya mengubah pola kerja ASN,” tegasnya.

Ratna menambahkan, kebijakan hemat energi tidak boleh bersifat simbolik, melainkan harus berbasis data dan menyasar sektor prioritas dengan dampak nyata bagi negara.

Ia memastikan DPR akan terus mengawal kebijakan tersebut agar tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari transformasi energi nasional yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan upaya penghematan energi di Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Firmansyah/Mun)

TRENDING