DUNIA
Komandan Militer Israel Wanti-wanti IDF Bisa Ambruk di Tengah Perang Iran
AKTUALITAS.ID – Peringatan keras datang dari internal militer Israel di tengah berkecamuknya perang melawan Iran. Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mewanti-wanti bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terancam ambruk dari dalam akibat krisis personel yang akut.
Dalam rapat kabinet keamanan yang digelar pada Rabu (25/3/2026), Zamir secara blak-blakan memaparkan kondisi mengkhawatirkan yang menyelimuti kekuatan tempur Tel Aviv saat ini.
Berdasarkan laporan The Jerusalem Post, Letjen Eyal Zamir menyampaikan sepuluh indikator yang menunjukkan pelemahan struktur militer Israel. Ia menegaskan bahwa tanpa langkah drastis, IDF tidak akan mampu mempertahankan ritme operasi di berbagai front.
“Saya memperlihatkan 10 tanda bahaya sebelum militer Israel runtuh dari dalam,” tegas Zamir, dikutip Jumat (27/3/2026).
Peringatan ini muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasukan tetap di wilayah-wilayah konflik panas seperti Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, hingga Tepi Barat. Para pejabat militer menilai, ketergantungan pada pasukan cadangan telah mencapai titik yang tidak lagi berkelanjutan.
Salah satu pemicu utama krisis ini adalah kebuntuan politik terkait undang-undang wajib militer bagi komunitas Haredi (Yahudi ultra-Ortodoks). Selama ini, kelompok tersebut mendapatkan pengecualian, namun kebutuhan mendesak di medan perang memaksa isu ini kembali ke meja perundingan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya sempat menunda RUU perekrutan kelompok Haredi demi menjaga stabilitas koalisi pemerintahannya. Namun, sikap ini justru memicu gelombang kritik dari oposisi yang menganggap penundaan tersebut sebagai ancaman keamanan nasional.
Pemimpin oposisi, Yair Lapid, memberikan kritik tajam atas temuan Letjen Zamir. Ia memperingatkan bahwa pemerintah tidak boleh lagi berpangku tangan melihat celah besar dalam cakupan operasi militer.
“Dalam bencana berikutnya, pemerintah tidak bisa lagi berkata ‘Kami tidak tahu’. Situasi ini tidak bisa lagi diabaikan,” tegas Lapid.
Senada dengan Lapid, tokoh politik lain seperti Avigdor Liberman dan Naftali Bennett menyerukan penerapan wajib militer universal. Mantan kepala militer Gadi Eisenkot juga menambahkan bahwa merekrut seluruh warga negara tanpa kecuali adalah kebutuhan mendesak untuk menjaga eksistensi pertahanan negara di tengah kepungan konflik regional.
Hingga saat ini, kabinet keamanan Israel masih terus menggodok langkah strategis untuk menutupi kekurangan personel tersebut sebelum dampak yang lebih fatal terjadi di medan tempur melawan Iran dan proksinya. (Mun)
-
RIAU28/06/2026 11:59 WIBBupati Kasmarni Serahkan Piala Bergilir MTQ Riau, Target Bengkalis Rebut Kembali Gelar Juara
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
RIAU28/06/2026 16:20 WIBPolda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
DUNIA28/06/2026 15:00 WIBBaru Teken Damai, Langit Lebanon Dibom Israel
-
NASIONAL28/06/2026 16:00 WIBKomisi I: Peserta SPPI Disiapkan Jadi Manajer Pembangunan, Bukan Prajurit Tempur
-
RAGAM28/06/2026 11:30 WIBStudi Lama Ungkap Dugaan Hajar Aswad Berasal dari Meteorit
-
DUNIA28/06/2026 08:00 WIBKomandan Rusia Beri Ultimatum Maut ke Putin

















