Connect with us

DUNIA

Pakistan Sebut Israel Pelaku Genosida

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif melontarkan kritik keras terhadap Israel dengan menyebut negara tersebut sebagai “kutukan bagi kemanusiaan”. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon yang menewaskan ratusan orang.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengecam keras tindakan militer Israel dan menyebutnya sebagai “kutukan bagi kemanusiaan” akibat berlanjutnya korban sipil di sejumlah wilayah konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Asif melalui platform media sosial X pada Kamis malam (9/4/2026), menyusul serangan besar Israel ke Lebanon yang terjadi di tengah dinamika gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

“Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan,” tulis Asif dalam unggahannya.

Ia menambahkan bahwa di saat proses perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, kekerasan terhadap warga sipil masih terus terjadi, terutama di Lebanon.

Asif juga menuding Israel bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil di Gaza, Iran, hingga Lebanon, dan menyebut situasi tersebut sebagai bentuk “pertumpahan darah yang tidak kunjung berhenti”.

Pernyataan keras tersebut muncul setelah eskalasi serangan Israel di Lebanon sejak Rabu (8/4/2026), yang menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon telah menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.

Dalam perkembangan terkait, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, juga memperingatkan bahwa kelanjutan serangan Israel dapat menggagalkan proses diplomasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan meninggalkan sekutunya di Lebanon dan menyebut bahwa negosiasi gencatan senjata bisa menjadi “sia-sia” jika kekerasan terus berlanjut.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Lebanon dan kelompok yang disebutnya sebagai “Poros Perlawanan” merupakan bagian tak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata.

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kesepakatan akan dibalas dengan respons keras.

Ketegangan di kawasan meningkat di tengah perbedaan pandangan antara pihak-pihak yang terlibat mengenai cakupan gencatan senjata, khususnya terkait status Lebanon dalam kesepakatan tersebut.

Situasi ini menambah kompleksitas upaya diplomatik internasional yang sedang berlangsung di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah. (Mun)

TRENDING