Connect with us

NUSANTARA

Neraka Asap! 3 Daerah RI Masuk Kategori Udara Hitam

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bencana kabut asap kembali mencekik warga. Pada Rabu (14/10), kualitas udara di tiga daerah Indonesia resmi masuk zona hitam alias level sangat berbahaya imbas amukan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tiga wilayah malang yang menelan imbas terparah tersebut adalah Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang.

Data pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per pukul 13.00 WIB mengungkap fakta yang mengerikan. Konsentrasi partikulat PM2.5 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menembus angka gila-gilaan, yakni 3.340 µg/m3.

Sebagai catatan, kualitas udara dinyatakan masuk kategori berbahaya (zona hitam) jika PM2.5 melewati ambang batas 250.5 µg/m3. Artinya, udara yang dihirup warga Palangka Raya saat ini belasan kali lipat lebih pekat dan beracun dari batas mematikan. Peningkatannya pun sangat ekstrem. Hanya dalam kurun waktu satu jam sejak pukul 12.00 WIB, PM2.5 meroket tajam dari angka 2.512 µg/m3.

BACA JUGA  Siaga! Kebakaran Hutan Gunung Butak Dekati Permukiman Warga

Menyusul Palangka Raya, daerah kedua dengan kualitas udara terburuk adalah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, yang mencatat angka PM2.5 sebesar 378.8 µg/m3. Di posisi ketiga, Sintang, Kalimantan Barat, juga terperangkap dalam zona hitam dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 307.2 µg/m3.

Petaka udara beracun ini adalah imbas langsung dari gagalnya meredam titik api. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat saat ini memang berstatus sebagai provinsi prioritas penanganan Karhutla.

Berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla BNPB per Selasa (13/10), wilayah Kalimantan Tengah tengah dikepung oleh 3.835 titik panas dengan 49 titik api yang masih terus membara. Dampaknya sangat fatal: jarak pandang di jalanan anjlok ekstrem hingga menyisakan 200 meter saja.

BACA JUGA  Kapolda dan Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Perhatian

Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Barat. Ratusan titik panas (466 titik) dan 10 titik api aktif membuat wilayah ini diselimuti kabut pekat. Jarak pandang pun terganggu, turun drastis di kisaran 200 meter hingga 7 kilometer, mengancam keselamatan bertransportasi sekaligus kesehatan paru-paru warga setempat. (Irawan/Mun)

TRENDING