RAGAM
Kaki Bau? Jangan Anggap Sepele
AKTUALITAS.ID – Kaki yang bau atau bromodosis sering kali langsung dihakimi sebagai tanda malas mandi atau jorok. Faktanya, masalah aroma tak sedap ini bisa tetap muncul meski Anda sudah sikat kaki setiap hari.
Podiatris dari Cleveland Clinic, Joy Rowland, DPM, membongkar fakta mengejutkan: kaki manusia memiliki lebih dari 250.000 kelenjar keringat. Saat keringat ini terperangkap di dalam sepatu yang gelap dan lembap, bakteri akan berpesta pora dan menghasilkan zat asam beraroma cuka yang menyengat.
Lantas, jika kebersihan sudah dijaga tapi kaki tetap bau, apa yang salah? Berikut 5 pemicu utama yang wajib Anda waspadai:
1. Keringat Berlebih (Hiperhidrosis)
Jika kaki Anda terus-menerus basah oleh keringat tanpa memandang cuaca atau aktivitas, Anda mungkin mengidap hiperhidrosis. Kondisi ini dipengaruhi oleh genetik, hormon, hingga tingkat stres, dan memerlukan penanganan medis untuk mengontrol produksi keringatnya.
2. Infeksi Jamur dan Bakteri
Ruang ganti, pinggir kolam renang, dan sauna adalah sarang penularan athlete’s foot (kutu air). Jamur dan bakteri sangat menyukai area hangat dan lembap. Bahkan luka kecil atau kuku tumbuh ke dalam (cantengan) yang terinfeksi bisa memicu bau busuk yang tajam.
3. Penyakit Bawaan (Diabetes hingga Gangguan Ginjal)
Jangan anggap remeh, bau kaki bisa menjadi alarm bahaya dari tubuh. Obesitas, gangguan tiroid, hingga masalah fungsi ginjal dan hati bisa mengubah aroma keringat. Khusus bagi penderita diabetes, luka di kaki sering tak terasa akibat penurunan fungsi saraf, sehingga infeksi diam-diam berkembang dan membusuk tanpa disadari.
4. Efek Samping Obat-obatan
Konsumsi obat tertentu seperti antidepresan, antiradang nonsteroid (OAINS), obat diabetes, hingga steroid ternyata dapat memicu lonjakan produksi keringat atau mengubah bau alami tubuh Anda. Jika ini terjadi, jangan hentikan obat sembarangan—konsultasikan kembali dengan dokter Anda.
5. Sepatu Pengap dan Kaus Kaki Keliru
Memakai sepatu yang sama setiap hari tanpa menjemurnya adalah kesalahan fatal. Sepatu bersirkulasi udara buruk akan mengunci kelembapan. Solusinya, gunakan kaus kaki penyerap keringat, pastikan kaki benar-benar kering sebelum pakai sepatu, dan rotasi pemakaian alas kaki Anda.
Jika semua langkah kebersihan dasar sudah dilakukan tapi kaki tetap berbau tajam, segera temui dokter. Jangan biarkan bau kaki merusak rasa percaya diri atau menutupi komplikasi medis yang lebih serius. (Irawan/Mun)
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
DUNIA19/10/2026 00:00 WIBSaudi Minta Houthi Diputus dari Pasokan Senjata
-
NUSANTARA18/10/2026 06:30 WIBLima Kawasan Gunung di Jatim Terbakar
-
DUNIA18/10/2026 08:00 WIBSingapura Ungkap 7 Perusahaan Diduga Picu Asap Karhutla RI

















