Connect with us

EKBIS

IHSG Ditutup Menguat 5,65 Persen ke Level 5.278

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil beringas dan melawan arus dunia. Di saat mayoritas bursa Asia dan Eropa berdarah, IHSG justru menggelar “pesta pora” dengan terbang 5,65 persen ke level 5.278 pada penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026) sore.

Lompatan tajam sebesar 282,27 poin ini bukan kaleng-kaleng. Mengutip data RTI Infokom, perputaran uang di lantai bursa hari ini terbilang fantastis. Investor mencatatkan nilai transaksi hingga menembus Rp26,54 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 56,78 miliar lembar saham.

Papan bursa nyaris menghijau sempurna. Dominasi pergerakan positif sangat mutlak dengan 670 saham menguat tajam, membuat 99 saham yang terkoreksi dan 30 saham stagnan tampak tidak berarti.

BACA JUGA  Dibuka Menguat, IHSG Berbalik ke Zona Merah Ditekan Sentimen Global

Aksi borong saham ini merata di seluruh sektor. Pantauan di lapangan menunjukkan seluruh indeks sektoral melesat naik tanpa kecuali. Sektor transportasi menjadi bintang utama atau top gainer hari ini dengan meroket gila-gilaan hingga 6,97 persen

Menariknya, anomali positif IHSG terjadi di tengah tekanan berat pasar global. Di kawasan Asia, investor asing justru sedang panik. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong anjlok 1,32 persen, Nikkei 225 Jepang terpuruk 1,30 persen, dan Straits Times Singapura minus 0,26 persen. Hanya Shanghai Composite di China yang mampu bernapas lega dengan tipis 0,12 persen.

Setali tiga uang, bursa Eropa juga terpantau loyo. Indeks DAX Jerman tergelincir 0,93 persen dan FTSE 100 Inggris harus rela minus 0,56 persen.

BACA JUGA  Sesi Pembukaan, IHSG Menguat 19 poin ke Level 6.157

Hanya bursa Amerika Serikat yang memberikan sinyal perlawanan yang sejalan dengan Indonesia, didorong oleh sektor teknologi. Indeks NASDAQ Composite melesat 1,11 persen dan S&P 500 naik 0,41 persen, meski Dow Jones masih tersendat di zona merah dengan minus 0,07 persen.

Lonjakan spektakuler IHSG sore ini menjadi bukti kuatnya daya beli investor domestik maupun masuknya modal asing yang melihat peluang emas di tengah lesunya pasar negara tetangga. (Firman/Mun)

TRENDING