Berita
TMII Jadi Kawasan Percontohan Pengutamaan Bahasa Indonesia
AKTUALITAS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencanangkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai kawasan percontohan praktik pengutamaan bahasa negara di ruang publik. Saat ini pengutamaan bahasa negara di ruang publik penting karena di era globalisasi Bahasa Indonesia akan bersaing dengan Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional. Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang […]
AKTUALITAS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencanangkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai kawasan percontohan praktik pengutamaan bahasa negara di ruang publik.
Saat ini pengutamaan bahasa negara di ruang publik penting karena di era globalisasi Bahasa Indonesia akan bersaing dengan Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional.
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar mengatakan pencanangan TMII sebagai percontohan tersebut dilakukan dengan tiga tahap. Tahapan pertama adalah pencanangan (2018-2020), perluasan (2020-2025) dan pemertahanan (2025-2030).
“Jadi ini salah satu penghargaan terhadap kawasan yang ramah terhadap pegggunaan bahasa negara. Di Jakarta ini kami menurunkan tim, dan di wilayah Jakarta Timur TMII merupakan salah satu kawasan yang sangat baik menggunakan bahasa di ruang publik,” kata Dadang seperti dilansir republika, Selasa (6/8/2019).
Saat ini, TMII memiliki hampir 7 juta pengunjung setiap tahunnya. Terkait hal tersebut, pengutamaan bahasa negara dinilai akan sangat berpengaruh apabila banyak orang yang ikut mempraktikannya.
Ia menjelaskan, selama ini TMII selalu mengusahakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di setiap kesempatan. “Terutama pengumuman, kami selalu menggunakan Bahasa Indonesia. Tamu asing kami gunakan interpreter. Bahasa Indonesia jadi hal utama untuk pemasangan baliho, dan lainnya,” kata dia.
Lebih lanjut, Dadang menuturkan untuk keperluan pengutamaan bahasa negara tersebut diperlukan pengawasan internal dan eksternal terhadap penggunaan bahasa. Sumber daya manusia pada setiap lembaga pengguna bahasa harus memiliki kompetensi dalam mengawasi penggunaan bahasa di lembaganya.
Dadang mengatakan, pihaknya terus mengingatkan semua pimpinan daerah dan juga BUMN, BUMD untuk selalu menjaga penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Kita dari Sabang sampai Merauke. Disatukan oleh satu simbol yang luar biasa yaitu bahasa negara kita,” kata Dadang.
Kemendikbud melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan juga telah memberikan penghargaan bagi daerah-daerah yang melakukan pengutamaan Bahasa Indonesia. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan setiap lima tahun sekali kepada provinsi yang dinilai telah mengutamakan bahasa negara.
“Disetiap provinsi ada, diberikan lima tahun sekali. Misal yang kemarin menang di Kateng, lima tahun sebelumnya Jatim. Itu untuk yang daerah, kalau kawasan macam-macam salah satunya di sini,” kata Dadang.
-
DUNIA14/02/2026 00:00 WIBRusia Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Ibu Kota Ukraina
-
NUSANTARA13/02/2026 19:30 WIBGunung Semeru Meletus, Abu Vulkanik Tebal Mengarah ke Utara dan Timur Laut
-
RAGAM13/02/2026 20:30 WIBPNS Wajib Tahu: Jam Kerja Selama Ramadan 2026
-
NASIONAL13/02/2026 22:00 WIBWaka MPR Dorong Pengembangan Energi Nuklir demi Ketahanan Energi dan Net Zero 2060
-
JABODETABEK14/02/2026 10:30 WIBKurir Narkoba di Cakung Diciduk, Polisi Amankan Ratusan Gram Sabu
-
JABODETABEK14/02/2026 05:30 WIBBMKG: Jabodetabek Waspada Hujan dan Petir Sabtu 14 Februari 2026
-
POLITIK14/02/2026 06:00 WIBPRIMA Apresiasi Stimulus Ekonomi Pemerintah Jelang Ramadan 2026
-
DUNIA13/02/2026 21:00 WIBCIA Berusaha Merekrut Perwira Militer China dengan Video Propaganda

















