Berita
Jabatan Wakil Panglima, PKS: Makin Gemuk dan Tak Seusai UU TNI
“Makin gemuk dan yang lebih mendasar lagi, itu tidak sesuai dengan UU TNI,”
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Sukamta menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk jabatan wakil panglima TNI tak sesuai dengan semangat Jokowi untuk memangkas birokrasi. Jabatan tersebut juga dianggap tak sesuai UU TNI.
“Kembali pada jabatan wakil panglima TNI. Tentu, kita perlu merujuk kepada undang-undang yang ada. Sedangkan dalam UU TNI tersebut, di pasal 13, maka di sana tidak ada jabatan wakil panglima,” kata Sukamta, saat dihubungi wartawan, Kamis (7/11).
Ia mengaku tak tahu rujukan yang dipakai Presiden soal jabatan wakil panglima. Tetapi, dia menegaskan, seharusnya dalam tata aturan perundangan, Perpres tidak boleh bertentangan dengan UU maupun UUD 1945.
“Makin gemuk dan yang lebih mendasar lagi, itu tidak sesuai dengan UU TNI,” kata Sukamta.
Ia menceritakan, jabatan wakil menteri sudah ditiadakan pada pemerintahan Abdurrahmad Wahid. Tetapi, saat ini, Presiden malah banyak mengangkat wakil menteri.
“Walaupun dalam pidato saat pelantikan beliau di parlemen, beliau menyatakan akan memangkas birokrasi dengan meniadakan eselon III dan IV. Kesannya, beliau akan merampingkan birokrasi,” kata Sukamta.
Ia juga mempertanyakan, kenapa justru Presiden membuat jabatan politik menjadi gemuk. “Tidak sesuai dengan semangat debirokratisasi,” kata Sukamta.
-
POLITIK08/10/2026 09:00 WIBKPU Angkat Bicara soal Syarat Pendidikan Gibran
-
POLITIK08/10/2026 09:15 WIBWawan Leak Desak Wapres Gibran Ditangkap dan Diadili
-
NUSANTARA08/10/2026 14:30 WIBBMKG: Hujan Sangat Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
-
NASIONAL08/10/2026 10:00 WIBDPR Ketok Biaya Haji 2027 Resmi Dipatok Rp98,4 Juta
-
POLITIK08/10/2026 20:00 WIBPengamat SDI: Putusan MK Gibran Buka Kotak Pandora Baru
-
JABODETABEK08/10/2026 08:30 WIBDorong Motor Bocor, Dua Pemuda Bekasi Malah Ditodong Pistol
-
DUNIA08/10/2026 15:00 WIBBos WHO Minta Rusia Transparan soal Dugaan Wabah Pes
-
DUNIA08/10/2026 12:00 WIBTrump: Tak Ada yang Tahu Siapa Pimpin Iran
















