Berita
Remaja di Bali Jadi Kurir Narkoba
AKTUALITAS.ID – Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali menjaring empat orang anak usia belasan tahun. Masing-masing berinisial AB (16) seorang pelajar SMK, DB (13) tidak sekolah (kejar Paket A), GN (14) tidak sekolah (tamat SD) selanjutnya SJ (16) tidak sekolah (tamat SD). Keempatnya dibekuk karena membawa 10 plastik klip berisi shabu dengan […]
AKTUALITAS.ID – Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali menjaring empat orang anak usia belasan tahun. Masing-masing berinisial AB (16) seorang pelajar SMK, DB (13) tidak sekolah (kejar Paket A), GN (14) tidak sekolah (tamat SD) selanjutnya SJ (16) tidak sekolah (tamat SD). Keempatnya dibekuk karena membawa 10 plastik klip berisi shabu dengan berat 2,17 gr dan 78 butir ekstasi.
Keempat pelaku dijaring, Senin,(6/1) tepatnya pukul 23.30 wita dengan TKP di Jalan Tukad Unda, Denpasar Selatan. Menurut keterangan pelaku, BB tersebut didapat dari seseorang bernama Dogler.
Pelaku berperan sebagai kurir, dengan menyimpan barang bukti berupa shabu di dalam kamar kos pelaku. Adapun motif pelaku karena faktor ekonomi, hal tersebut disampaikan, Kapolresta Kota Denpasar, Kombes Pol. Rudi Setiawan, Rabu (15/1/2020).
Adapun kronologis penangkapan pelaku tersebut, berdasarkan informasi masyarakat, di Jalan Tukad Unda, Denpasar Selatan sering terjadi transaksi narkotika. Selanjutnya selama beberapa hari petugas melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Pada Senin(6/1) pukul 23.30 Wita petugas melihat mereka berada di Jalan Tukad Unda Depasar Selatan. Petugas langsung menangkap dan menggeledah pelaku.
Petugas tidak menemukan barang bukti. Setelah petugas melakukan penggeledahan di kamar kos, ditemukan barang bukti. Menurut keterangan pelaku barang itu milik laki-laki yang biasa mereka panggil Dogler.
Shabu dan ekstasi dibungkus paketan menunggu perintah Dogler. Sebagai kurir pelaku telah melakukan 2 kali tempelan dan mendapat upah sebesar Rp 100 ribu rupiah sekali tempelan, dengan diberi bonus shabu untuk dikonsumsi. “Pelaku juga menerangkan alasanya mau menjadi kurir, karena faktor ekonomi,” ujarnya.
Pelaku dijerat Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dan denda Rp 800 juta sampai Rp8 miliar.
-
PAPUA TENGAH08/05/2026 19:30 WIBFreeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten Se-Papua Tengah
-
POLITIK08/05/2026 20:00 WIBGus Ipul Sebut Menag Berpeluang Pimpin PBNU
-
POLITIK08/05/2026 17:00 WIBDPD RI Desak Regulasi Pemilu 2029 Segera Disiapkan Pasca Putusan MK
-
NASIONAL08/05/2026 16:00 WIBHaerul Saleh Teriak “Kebakaran” Sebelum Tewas Terjebak Api
-
POLITIK08/05/2026 18:00 WIBAhmad Ali Siap Jadi Jembatan ke JK
-
DUNIA08/05/2026 19:00 WIBIran Klaim Serang Kapal Militer AS di Selat Hormuz
-
NUSANTARA08/05/2026 16:30 WIB2 Wisatawan Asing Diduga Meninggal Akibat Erupsi Dukono
-
JABODETABEK08/05/2026 18:30 WIBCFD Rasuna Said Resmi Dimulai Minggu Ini