Berita
100 Negara Desak WHO Penyelidikan Awal Mula Pandemi Corona
Lebih dari 100 negara mengusulkan rancangan resolusi yang menyerukan penyelidikan independen terhadap awal mula pandemi virus corona kepada WHO. Resolusi itu akan disampaikan kepada WHO dalam Sidang Kesehatan Dunia ke-73 yang diadakan hari ini dan besok. Resolusi ini mendapat dukungan internasional dari negara-negara seperti Australia, India, Selandia Baru, Rusia, Inggris, juga negara anggota Uni Eropa. […]
Lebih dari 100 negara mengusulkan rancangan resolusi yang menyerukan penyelidikan independen terhadap awal mula pandemi virus corona kepada WHO.
Resolusi itu akan disampaikan kepada WHO dalam Sidang Kesehatan Dunia ke-73 yang diadakan hari ini dan besok.
Resolusi ini mendapat dukungan internasional dari negara-negara seperti Australia, India, Selandia Baru, Rusia, Inggris, juga negara anggota Uni Eropa.
Negara-negara anggota menyerukan WHO untuk memulai proses penyelidikan bertahap yang tidak memihak, independen, dan komprehensif, termasuk menggunakan mekanisme-mekanisme penyelidikan yang sudah ada.
“Mengakui kebutuhan semua negara untuk memiliki akses yang tepat waktu terhadap diagnostik, terapi, obat-obatan, dan vaksin yang berkualitas, aman, berkhasiat, dan terjangkau. Serta teknologi kesehatan yang esensial juga komponen peralatan untuk menanggapi Covid-19,” tulis sebagian isi resolusi itu.
Dilansir dari CNN, Amerika Serikat tidak ikut ambil bagian dalam penandatanganan proposal resolusi itu.
Kepada ABC, sumber pemerintah Australia mengatakan resolusi tersebut cukup kuat untuk memastikan dilakukan penyelidikan yang tepat dan menyeluruh terkait pandemi Covid-19.
Draf resolusi itu tidak secara khusus menyebutkan China atau Beijing. Tetapi China telah menghadapi peningkatan pengawasan internasional atas penanganan awal terhadap wabah Covid-19.
Beijing sebelumnya mengatakan hanya akan mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh WHO.
“Kami terbuka, transparan, tidak ada yang disembunyikan, kami tidak perlu takut. Kami menyambut tinjauan internasional yang independen, tapi harus diatur oleh WHO,” kata Duta Besar China untuk Inggris, Loi Xiaoming pekan lalu.
Pada bulan April, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyerukan penyelidikan independen terhadap penyebaran Covid-19 dan mengatakan masalah transparansi China.
China berulang kali membantah tuduhan menutup-nutupi penyebaran awal virus corona dan menunda rilis informasi tentang pandemi itu. Pejabat China menyebut ide penyelidikan independen ini berpeluang ditunggangi oleh kepentingan politik.
Tiongkok juga membalas AS dengan menyebut bahwa tudingan kepada China merupakan pengalih kesalahan akibat buruknya penanganan Negeri Paman Sam terhadap wabah Covid-19.
-
FOTO25/04/2026 08:51 WIBFOTO: Golkar Peringati Refleksi Paskah Nasional 2026
-
EKBIS24/04/2026 21:00 WIBMenkeu: Revisi Aturan DHE SDA Akan Terbit Dalam Waktu Dekat
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 22:00 WIBPemantauan Kasus Kekerasan di Puncak Diperkuat
-
NASIONAL25/04/2026 13:00 WIBPeringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
-
JABODETABEK24/04/2026 20:00 WIBProgres LRT Jakarta Fase 1B Sudah Mencapai 91 Persen
-
OLAHRAGA24/04/2026 23:00 WIBTaklukan Phonska di Leg Pertama Final Proliga, JPE Buka Kans Juara
-
OASE25/04/2026 05:00 WIBKopi Dalam Khazanah Islam: “Si Hitam yang Penuh Keistimewaan”
-
RAGAM25/04/2026 12:00 WIBGelar Puteri Indonesia 2026, Resmi Disandang Agnes Aditya Rahajeng

















