PAPUA TENGAH
Kejar Target Eliminasi 2030, Mimika Uji Coba Terapi Primakuin
AKTUALITAS.ID – Sebagai wilayah dengan angka kasus malaria tertinggi di Indonesia, Kabupaten Mimika kini menempuh langkah radikal untuk menekan laju penularan.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Mimika mulai menguji coba pemberian Primakuin dosis tinggi sebagai terapi utama untuk mengatasi Malaria Vivax.
Langkah strategis ini dibahas dalam agenda “Penguatan Program Malaria dan Pemberian Primakuin Dosis Tinggi sebagai Terapi Radikal Malaria Vivax” yang digelar di Grand Tembaga Hotel, Jumat (24/4/2026).
Upaya ini merupakan bagian dari akselerasi nasional demi mewujudkan ambisi Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.
Berdasarkan data kesehatan, Mimika masih berada di zona merah dengan Annual Parasite Incidence (API) di atas 100 per 1.000 penduduk.
Angka prevalensi yang tinggi ini menempatkan Mimika sebagai titik krusial dalam Rencana Akselerasi Nasional 2020-2026.
Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid P2P Dinkes Kabupaten Mimika, Linus Dumatubun, menyatakan bahwa pihaknya menggandeng Yayasan Pengembangan Kesehatan dan Masyarakat Papua (YPKMP) untuk melakukan evaluasi mendalam melalui forum Continuous Quality Improvement (CQI).
“Fokus utamanya adalah membedah efektivitas dua program kunci seperti penguatan sistem di lima Puskesmas (Timika, Timika Jaya, Wania, Pasar Sentral, dan Bhintuka) serta implementasi Terapi Baru Primakuin (TBP),” kata Linus.
Evaluasi Ketat di Garda Terdepan
Terapi Baru Primakuin (TBP) menjadi sorotan karena menuntut ketepatan medis yang tinggi untuk memutus rantai infeksi Malaria Vivax yang kerap kambuh.
Linus menekankan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ruang teknis untuk mengukur tingkat kepatuhan terapi dan memantau indikator keberhasilan secara presisi.
Dalam forum tersebut, pakar kesehatan J. Rini Poespoprodjo memberikan pemaparan teknis, sementara Enny Kenangalem memimpin evaluasi pemantauan hari ketiga oleh kader.
Para petugas laboratorium, farmasi, hingga dokter penanggung jawab poli ditantang menggunakan metode Plan-Do-Study-Act (PDSA) untuk menemukan solusi instan atas kendala di lapangan.
Melalui evaluasi ketat ini, Dinkes Mimika berharap target eliminasi malaria bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Tanah Papua.
(Ahmad)
-
NASIONAL26/07/2026 06:00 WIBJubir Otorita IKN Ditemukan Tak Bernyawa di Rusun ASN
-
JABODETABEK26/07/2026 15:40 WIBPramono Anung dan Menkes Tinjau HBKB Rasuna Said
-
RIAU26/07/2026 16:00 WIBHari Mangrove Sedunia, Kasmarni Ajak Warga Jaga Pesisir Bengkalis
-
NASIONAL26/07/2026 16:01 WIBTanpa Borgol dan Rompi saat Ditahan, Sujiwo Tejo: Apalagi Kamar Tahanan
-
OASE26/07/2026 05:00 WIBRahasia Angin dalam Al-Qur’an yang Baru Dipahami Ilmuwan
-
JABODETABEK26/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diselimuti Awan hingga Malam
-
EKBIS26/07/2026 09:30 WIBHarga BBM Pertamina Turun Juli 2026
-
NASIONAL26/07/2026 15:15 WIBGus Khozin Apresiasi Revolusi Penempatan ASN yang Digagas BKN

















