EKBIS
Sempat Amblas, IHSG Ngamuk Terbang 3,22% ke Level 5.931
AKTULITAS.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (10/6/2026) menghadirkan drama yang membuat pelaku pasar menahan napas. Setelah dibuka melemah dan sempat terseret ke zona merah cukup dalam, indeks utama Bursa Efek Indonesia mendadak berbalik arah dan melesat tajam.
IHSG dibuka turun tipis 2,59 poin atau 0,05 persen ke level 5.744,06 dari posisi penutupan sebelumnya di 5.746,65. Pelemahan awal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global setelah memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran yang menekan sentimen pasar kawasan Asia.
Hanya beberapa menit setelah pembukaan perdagangan, IHSG sempat jatuh lebih dalam hingga menyentuh area 5.677 atau terkoreksi sekitar 1,11 persen. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran investor bahwa tekanan pasar akan kembali berlanjut.
Kurang dari lima menit setelah pembukaan, gelombang aksi beli mulai masuk ke pasar. IHSG berbalik arah dan melonjak hingga 1,55 persen ke level 5.836, menunjukkan kuatnya minat investor terhadap saham-saham unggulan yang sebelumnya mengalami tekanan.
Pada pukul 09.16 WIB, indeks sudah menguat 0,89 persen ke posisi 5.797,84. Kenaikan semakin agresif menjelang akhir sesi pagi. Berdasarkan data perdagangan pukul 09.54 WIB, IHSG melonjak 184,82 poin atau 3,22 persen ke level 5.931,47.
Sementara data RTI pada pukul 10.09 WIB menunjukkan IHSG berada di level 5.894,07 atau menguat 2,57 persen dibandingkan posisi pembukaan.
Reli tajam tersebut didukung oleh dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 549 hingga 554 saham tercatat menguat, sementara hanya sekitar 139 hingga 142 saham yang melemah. Sisanya bergerak stagnan.
Nilai transaksi juga menunjukkan tingginya aktivitas investor. Hingga pukul 10.09 WIB, total transaksi mencapai Rp11,66 triliun dengan volume perdagangan sekitar 16,99 miliar saham.
Pada awal perdagangan, aktivitas pasar sudah terlihat sangat ramai dengan volume transaksi mencapai 1,83 miliar saham, nilai transaksi Rp1,53 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 148 ribu kali.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pusat perhatian investor. Saham-saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM dan TPIA masuk dalam daftar emiten dengan aktivitas transaksi tertinggi sepanjang sesi pagi.
Penguatan IHSG hari ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai merespons positif sejumlah sentimen domestik meskipun ketidakpastian global masih membayangi.
Pasar keuangan Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan mulai dari konflik geopolitik Timur Tengah, arah suku bunga global, hingga perhatian investor terhadap kondisi fiskal dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski demikian, lonjakan IHSG yang berhasil membalikkan pelemahan awal menjadi penguatan signifikan menunjukkan bahwa minat terhadap aset Indonesia masih cukup kuat.
Pelaku pasar kini menanti apakah reli besar hari ini mampu berlanjut hingga penutupan perdagangan atau justru memicu aksi ambil untung setelah kenaikan tajam yang terjadi dalam waktu singkat. (Firman/Mun)
-
POLITIK13/07/2026 17:17 WIBPengamat Mendukung Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi
-
NASIONAL13/07/2026 09:00 WIBPresiden Prabowo Suruh Warga yang Anggap Indonesia Suram untuk Pindah Negara
-
POLITIK13/07/2026 16:23 WIBSatu Tahun Putusan MK, 30 Wamen Masih Betah di Kursi Komisaris BUMN
-
NASIONAL13/07/2026 14:00 WIBMendagri Minta Pemda Percepat Verifikasi, Maruarar Perkuat Sinergi Agar Program Bedah Rumah Tepat Sasaran
-
POLITIK13/07/2026 06:00 WIBMPR Belum Tutup Pintu Perubahan Konstitusi
-
NUSANTARA13/07/2026 07:30 WIBKisah Gadis 15 Tahun di Sampang Diperkosa Bergilir 4 Bulan
-
DUNIA13/07/2026 08:00 WIBAmarah Militer AS Ratakan Situs Radar dan Pangkalan Udara Iran
-
EKBIS13/07/2026 09:30 WIBIHSG Mendadak Longsor ke Zona Merah Pagi Ini

















