Berita
Saat New Normal, Wapres Ma’ruf Sebut Restoran yang Paling Awal Dibuka
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan sektor ekonomi yang berkaitan dengan tempat makan atau restoran yang terlebih dahulu dibuka saat Indonesia memasuki fase kenormalan baru atau New Normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Meski begitu, Ma’ruf menegaskan restoran hanya akan dibuka secara terbatas. Hal itu ia sampaikan saat berbicara dalam Webinar Nasional dengan […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan sektor ekonomi yang berkaitan dengan tempat makan atau restoran yang terlebih dahulu dibuka saat Indonesia memasuki fase kenormalan baru atau New Normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Meski begitu, Ma’ruf menegaskan restoran hanya akan dibuka secara terbatas.
Hal itu ia sampaikan saat berbicara dalam Webinar Nasional dengan tema Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life yang digelar UIN Malang, Kamis (4/6).
“Pelaksanaan menuju tatanan baru juga dilakukan secara bertahap. Kegiatan usaha yang berkaitan dengan penyediaan makanan dan minuman seperti restoran, akan lebih dahulu dibuka secara terbatas,” kata Ma’ruf.
Selain restoran, Ma’ruf juga menyatakan sektor ekonomi berskala besar seperti pusat perbelanjaan menyusul segera dibuka saat fase New Normal.
Ma’ruf menegaskan pemerintah sangat serius mengkaji penerapan New Normal di tengah pandemi virus corona yang masih terjadi di Indonesia saat ini.
Mantan Rais Aam PBNU itu mengatakan, penerapan New Normal bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat aman dari corona dan tetap produktif dalam beraktivitas.
“Pelaku ekonomi, termasuk ekonomi Syariah dapat menyesuaikan diri dengan tahapan tersebut,” kata Ma’ruf.
Selain itu, Ma’ruf menyatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat wajib menjalankan potokol kesehatan yang ketat dalam setiap kegiatan sosial dan ekonomi dalam kondisi New Normal.
Ia merinci di antaranya masyarakat kini memiliki kewajiban untuk terus memakai masker, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan, dan perilaku hidup sehat.
“Pemberlakuan tatanan baru dimana aspek kesehatan dan higienitas menjadi hal yang mutlak,” kata Ma’ruf.
Melihat situasi itu, Ma’ruf menilai pandemi corona yang melanda Indonesia justru memberikan peluang bagi perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah.
Terlebih lagi, produk-produk yang berhubungan dengan kesehatan juga mendapatkan peluang baru. Ia menyarankan pelaku ekonomi syariah bisa ikut menyediakan berbagai produk dan jasa yang berkaitan dengan fase New Normal.
“Seperti penyediaan masker, hand sanitizer, pelindung wajah yang sebagian besar dapat dikerjakan oleh UMKM,” kata Ma’ruf.
-
RIAU23/09/2026 15:31 WIBPolda Riau Usut Mafia Arang Mangrove
-
RAGAM23/09/2026 14:30 WIBBMKG: 25 Provinsi Sudah Lebih 60 Hari Tanpa Hujan
-
RAGAM23/09/2026 22:00 WIB15 Daerah Kalimantan Punya Payung Hukum Baru
-
NASIONAL23/09/2026 17:00 WIBHabib Syarief Soroti Titik Rawan Timnas Jelang FIFA ASEAN Cup
-
NASIONAL23/09/2026 20:00 WIBDPR Dorong BUMN Tekstil Bangun Kekuatan dari Hulu
-
DUNIA23/09/2026 15:00 WIBKim Jong Un Kirim Pesan Keras dari Balik Uji Senjata
-
Berita23/09/2026 19:30 WIBPTIQ Jakarta Wisuda 1.005 Lulusan, Nasaruddin Umar Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat
-
POLITIK23/09/2026 14:00 WIBAria Bima: Dapil Nasional Menarik Dikaji

















