Berita
Lawan Pengaruh China di Kawasan Fasifik, Republik Palau Desak AS Bangun Pangkalan Militer
Republik Palau mendesak Amerika Serikat untuk membangun pangkalan militer di wilayahnya untuk melawan pengaruh China di kawasan Pasifik. Presiden Palau Tommy Remengesau menyampaikan itu usai kunjungan Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada pekan lalu. Dalam kunjungan itu Esper menuduh Beijing melakukan aktivitas destabilisasi di Pasifik. Remengesau mengungkapkan kepada Esper bahwa militer AS boleh membangun fasilitas […]
Republik Palau mendesak Amerika Serikat untuk membangun pangkalan militer di wilayahnya untuk melawan pengaruh China di kawasan Pasifik.
Presiden Palau Tommy Remengesau menyampaikan itu usai kunjungan Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada pekan lalu. Dalam kunjungan itu Esper menuduh Beijing melakukan aktivitas destabilisasi di Pasifik.
Remengesau mengungkapkan kepada Esper bahwa militer AS boleh membangun fasilitas di negara kecil di Samudra Pasifik itu.
“Permintaan Palau kepada militer AS sederhana, membangun fasilitas bersama, datang dan menggunakannya secara teratur,” katanya dalam sebuah surat kepada Kepala Pertahanan AS yang dirilis pekan ini seperti dikutip dari AFP, Jumat (4/9).
Negara dengan populasi 22 ribu penduduk itu mengizinkan militer AS untuk menggunakan pangkalan darat, fasilitas pelabuhan, dan lapangan udara.
Remengesau juga menyarankan kehadiran Penjaga Pantai AS di Palau untuk membantu patroli laut yang wilayahnya sangat luas dan sulit untuk dipantau oleh negara kecil itu.
Meskipun Palau adalah negara merdeka, ia tidak memiliki militer. Selama ini AS bertanggung jawab atas pertahanan Palau di bawah perjanjian dengan Washington yang disebut Compact of Free Association.
Berdasarkan kesepakatan, militer AS memiliki akses ke pulau-pulau tersebut. Meski demikian, saat ini tidak ada pasukan yang ditempatkan secara khusus di sana.
“Kita harus menggunakan mekanisme perjanjian untuk menetapkan kehadiran militer AS secara rutin di Palau,” kata Remengesau.
Dia mengatakan pangkalan militer di Palau tidak hanya akan meningkatkan kesiapan militer AS tetapi juga membantu ekonomi lokal.
Saat ini Palau tengah berjuang melawan penurunan ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19 khususnya sektor pariwisata.
Palau adalah tempat pertempuran berdarah antara pasukan AS dan Jepang dalam Perang Dunia II. Namun setelah perang berakhir, tentara AS fokus di Filipina dan Guam.
AS sebenarnya sudah mulai membangun fasilitas radar militer di Palau, tetapi pembangunan mangkrak karena pandemi Covid-19.
Selain hubungan dekat AS, Palau juga merupakan salah satu dari empat sekutu Taiwan yang tersisa di Pasifik dan hanya 15 di seluruh dunia.
China yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, telah berusaha memutus hubungan Taipe dengan negara Pasifik. Tiongkok berhasil membujuk Kepulauan Solomon dan Kiribati untuk beralih ke China.
Akan tetapi Palau sendiri menolak, dan tetap mendukung Taiwan. Akibatnya China melarang warga negara kecil itu mengunjungi Beijing.
Dia mengatakan pangkalan militer di Palau tidak hanya akan meningkatkan kesiapan militer AS tetapi juga membantu ekonomi lokal.
Saat ini Palau tengah berjuang melawan penurunan ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19 khususnya sektor pariwisata.
Palau adalah tempat pertempuran berdarah antara pasukan AS dan Jepang dalam Perang Dunia II. Namun setelah perang berakhir, tentara AS fokus di Filipina dan Guam.
AS sebenarnya sudah mulai membangun fasilitas radar militer di Palau, tetapi pembangunan mangkrak karena pandemi Covid-19.
Selain hubungan dekat AS, Palau juga merupakan salah satu dari empat sekutu Taiwan yang tersisa di Pasifik dan hanya 15 di seluruh dunia.
China yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, telah berusaha memutus hubungan Taipe dengan negara Pasifik. Tiongkok berhasil membujuk Kepulauan Solomon dan Kiribati untuk beralih ke China.
Akan tetapi Palau sendiri menolak, dan tetap mendukung Taiwan. Akibatnya China melarang warga negara kecil itu mengunjungi Beijing.
-
NUSANTARA21/02/2026 20:03 WIBKronologi Tewasnya Pelajar yang Dihantam Helm oleh Oknum Brimob
-
NUSANTARA21/02/2026 20:00 WIBOknum Brimob Penganiaya Anak Hingga Meninggal Dunia, Ditetapkan Sebagai Tersangka
-
EKBIS21/02/2026 19:00 WIBAtasi Anomali Pangan, Satgas Saber Cegah Oplos Beras di NTB
-
OLAHRAGA21/02/2026 22:30 WIBSetelah 9 Tahun Pensiun, Floyd Mayweather Bakal Naik Ring Lagi
-
NASIONAL21/02/2026 17:00 WIBDorong Penguatan Pengawasan untuk Cegah Praktik Malaadministrasi
-
NUSANTARA21/02/2026 21:30 WIBJalur Jonggol Layak Dilalui Saat Mudik Lebaran 2026
-
PAPUA TENGAH21/02/2026 19:16 WIBPolisi Masih Selidiki Kasus Siswa Magang Dianiaya Pakai Palu di Timika
-
RAGAM21/02/2026 15:30 WIBIlmuwan Newcastle University Peringatkan Bahaya Permanen Pencairan Es Antartika

















