Berita
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Kota Madrid kembali Lockdown
Pemerintah ibu kota Madrid, Spanyol, pada Senin (21/9) kembali memberlakukan pembatasan sosial dan penguncian wilayah (lockdown) untuk menahan lonjakan kasus virus corona (Covid-19). Langkah pembatasan di Madrid akan berlangsung selama dua pekan dan berlaku mulai Senin. Warga hanya diizinkan bepergian dengan alasan penting seperti urusan pekerjaan, urusan kesehatan, atau mengantar anak-anak ke sekolah. Melansir AFP, […]
Pemerintah ibu kota Madrid, Spanyol, pada Senin (21/9) kembali memberlakukan pembatasan sosial dan penguncian wilayah (lockdown) untuk menahan lonjakan kasus virus corona (Covid-19).
Langkah pembatasan di Madrid akan berlangsung selama dua pekan dan berlaku mulai Senin. Warga hanya diizinkan bepergian dengan alasan penting seperti urusan pekerjaan, urusan kesehatan, atau mengantar anak-anak ke sekolah.
Melansir AFP, langkah itu dinilai akan berpengaruh kepada orang-orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan berpenghasilan rendah.
Pada Minggu pekan lalu, orang-orang yang terkena dampak di beberapa distrik dilaporkan turun ke jalan untuk memprotes langkah pembatasan tersebut.
Mereka memasang plakat bertuliskan “Tidak untuk penguncian berbasis kelas” atau “Mereka menghancurkan distrik kita dan sekarang mereka mengunci kita”.
“Kami pikir mereka sedikit menertawakan kami,” kata seorang perawat, Bethania Perez, saat ratusan orang memprotes tindakan tersebut.
“Kami (tenaga medis) masih bisa bekerja, dan pergi ke daerah lain yang tidak terkunci, di mana kami mungkin dapat meningkatkan infeksi dan juga masih rentan terhadap infeksi di daerah kami sendiri,” tambahnya.
Pihak berwenang di Spanyol berkeras bahwa langkah tersebut diperlukan karena kasus infeksi di distrik tersebut jauh lebih tinggi daripada angka rata-rata secara nasional.
Amerika Serikat tetap menjadi negara yang paling terpukul di dunia dengan lebih dari 6,8 juta kasus dan mendekati 200 ribu kematian.
Sejauh ini, jumlah kasus infeksi Covid-19 secara global mendekati 31 juta jiwa dan menyebabkan lebih dari 958 ribu orang meninggal.
-
RIAU10/04/2026 07:00 WIBDiduga Dibunuh, Sorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bengkalis
-
JABODETABEK10/04/2026 06:00 WIBSIM Keliling Jumat di Lima Lokasi Jakarta
-
OLAHRAGA10/04/2026 08:00 WIBPiala Dunia 2026, Bakal Dipimpin 52 Wasit Utama
-
RIAU10/04/2026 12:00 WIBBongkar Dua Aksi Sekaligus, Soliditas Sinergi Personel Lanud RSN–Avsec Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu
-
RAGAM10/04/2026 10:30 WIBMinum Kopi Telur Khas Vietnam, Ini Dampak Yang Timbul
-
OTOTEK10/04/2026 11:30 WIBIni Bedanya Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
-
OLAHRAGA10/04/2026 13:00 WIBIPSI: Mayoritas Anggota Inginkan Prabowo Jadi Ketua Umum
-
NUSANTARA10/04/2026 13:30 WIBHujan Es Melanda Kota Malang, BPBD: Masyarakat Tak Usah Panik

















