Berita
Selama Januari-Oktober 2020, Limbah Elektronik Capai 22 Ribu Kg
AKTUALITAS.ID – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan jumlah limbah elektronik (ewaste) di Jakarta mencapai puluhan kilogram selama periode Januari sampai dengan Oktober 2020. Dia menyatakan jumlah tersebut terkumpul dari puluhan tempat penampungan limbah elektronik berupa drop box ewaste yang tersebar di beberapa lokasi. Mulai di kantor Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, perusahaan […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan jumlah limbah elektronik (ewaste) di Jakarta mencapai puluhan kilogram selama periode Januari sampai dengan Oktober 2020.
Dia menyatakan jumlah tersebut terkumpul dari puluhan tempat penampungan limbah elektronik berupa drop box ewaste yang tersebar di beberapa lokasi.
Mulai di kantor Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, perusahaan swasta, sekolah, halte Transjakarta, stasiun kereta api, hingga Stasiun MRT.
“22.000 kilogram lebih sampah atau limbah elektronik sudah kami angkut periode Januari sampai Oktober. Kami bekerjasama dengan pihak ketiga yang memiliki izin dari Kementerian LHK untuk pengelolaan lanjutannya,” kata Andono dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).
Andono menjelaskan masyarakat juga dapat menyerahkan atau minta penjemputan limbah elektronik dengan berat minimal lima kilogram ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Jalan Mandala V, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Untuk penjemputan itu, masyarakat dapat melakukan permohonan layanan secara daring dengan mengunjungi situs Dinas Lingkungan Hidup lingkunganhidup.jakarta.go.id atau melalui Facebook dengan akun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Nantinya, warga harus mengisi form (google form) dalam website tersebut.
“Penjemputan sampah atau limbah elektronik mencakup lima wilayah kota administrasi. Harus warga DKI Jakarta dan perorangan. Kemudian, berat timbangan sampah elektronik minimal lima kilogram,” papar dia.
Hingga saat ini, lanjut Andono, sudah ada 40 pemohon sudah dilayani periode Februari sampai Oktober 2020 lalu. Limbah elektronik (ewaste) merupakan barang atau peralatan elektrik dan elektronik yang sudah usang.
Yakni yang tidak memberikan lagi nilai atau manfaat bagi pemilikinya. Selain itu kata dia, limbah elektronik mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Ewaste dapat bersumber baik dari rumah tangga dan juga dari hasil kegiatan seperti dari perkantoran, sekolah, hotel, apartemen dan lain-lain,” jelas dia.
-
RIAU27/03/2026 20:22 WIBPastikan Penanganan Maksimal, Kapolda Riau Turun Langsung Tangani Karhutla Dumai
-
NUSANTARA27/03/2026 18:30 WIBKonsumsi BBM Tinggi, Warga Jateng Diminta Hemat
-
JABODETABEK27/03/2026 17:30 WIBAnggota Satpol PP Meninggal Usai Tabrak Truk Parkir
-
NASIONAL27/03/2026 18:00 WIBWaka MPR Ingatkan Ancaman Krisis Energi Meski APBN Kuat
-
JABODETABEK27/03/2026 19:30 WIBPria di Pesanggrahan Ditangkap Usai Gelapkan Motor
-
DUNIA27/03/2026 19:00 WIBTrump Kecewa Berat NATO Tak Bantu AS Perang Lawan Iran
-
OTOTEK27/03/2026 20:30 WIBWhatsApp Hadirkan Banyak Fitur Baru Berbasis AI
-
DUNIA28/03/2026 00:00 WIBMisteri 83 Persen Rudal Iran ke Negara Arab

















