Berita
BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin RI Banyak di Jatim, Jabar, dan Jateng
AKTUALITAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia banyak berdomisili di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah per September 2020. Sementara penduduk miskin paling sedikit di Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Maluku Utara. Berdasarkan data BPS, total penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4,58 juta orang. Sementara di Jawa Barat […]
AKTUALITAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia banyak berdomisili di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah per September 2020. Sementara penduduk miskin paling sedikit di Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Maluku Utara.
Berdasarkan data BPS, total penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4,58 juta orang. Sementara di Jawa Barat 4,18 juta orang dan Jawa Tengah 4,11 juta orang.
Provinsi yang juga tinggi jumlah penduduk miskinnya adalah Sumatera Utara sebanyak 1,35 juta orang, Nusa Tenggara Timur 1,17 juta orang, Sumatera Selatan 1,11 juta orang, Lampung 1,04 juta orang, dan Papua 912,23 ribu orang.
Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah ada di Kalimantan Utara, yaitu hanya 52,7 ribu orang. Lalu, Bangka Belitung 72,05 ribu orang dan Maluku Utara 87,52 ribu orang.
Di DKI Jakarta, jumlah penduduk miskin mencapai 496,84 ribu. Naik dari sebelumnya 480,86 ribu orang pada Maret 2020.
“Tapi secara keseluruhan, jumlah penduduk miskin meningkat di semua provinsi,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers virtual, Senin (15/2).
Dari sisi tingkat kemiskinan, provinsi dengan tingkat tertinggi adalah Papua 26,8 persen, Papua Barat 21,7 persen, Nusa Tenggara Timur 21,21 persen, Maluku 17,99 persen, dan Gorontalo 15,59 persen.
Provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Bali 4,45 persen, DKI Jakarta 4,69 persen, Kalimantan Selatan 4,83 persen, dan Bangka Belitung 4,89 persen.
Secara nasional, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 27,55 juta pada September 2020. Jumlah itu membuat tingkat kemiskinan mencapai 10,19 persen dari total populasi nasional.
Di sisi lain, BPS mengungkapkan garis kemiskinan meningkat 0,94 persen dari Rp454.652 pada Maret 2020 menjadi Rp458.947 per kapita per bulan pada September 2020.
“Komoditas yang memberi pengaruh ke garis kemiskinan tidak berubah, yaitu beras, rokok kretek filter, dan telur ayam ras,” paparnya.
Lihat juga: Jumlah Penduduk Miskin RI Capai 27,55 Juta Orang
Berdasarkan provinsi, garis kemiskinan tertinggi ada di Bangka Belitung mencapai Rp727.114 per kapita per bulan. Sedangkan terendah ada di Sulawesi Barat Rp352.874 per kapita per bulan.
Garis kemiskinan per rumah tangga juga naik 4,63 persen dari Rp2.118.678 menjadi Rp2.216.714 per rumah tangga per bulan.
“Garis kemiskinan per rumah tangga adalah gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin,” jelasnya.
Tercatat, garis kemiskinan tertinggi ada di provinsi Bangka Belitung sebesar Rp4 juta per rumah tangga per bulan. Sementara yang terendah ada di Sulawesi Selatan Rp1,77 juta per rumah tangga per bulan.
-
EKBIS27/02/2026 13:46 WIBBuka Cabang di Surabaya, Nellava Bullion Perkuat Pasar Investasi Logam Mulia Jawa Timur
-
JABODETABEK27/02/2026 19:30 WIBKejati DKI Geledah Office 88 Kokas Terkait Korupsi PLTU Suralaya
-
RAGAM27/02/2026 15:00 WIBProses Casting Timun Mas in Wonderland, Charlotte Olivia Merasa Senang
-
NASIONAL27/02/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Minta SPPG MBG Bermasalah Ditindak Tegas
-
JABODETABEK27/02/2026 16:30 WIBHujan Pagi, Tinggi Muka Air Jakarta Terpantau Stabil
-
PAPUA TENGAH27/02/2026 20:45 WIBBupati Mimika dan Kapolda Papua Tengah Tinjau Tapal Batas via Udara
-
DUNIA27/02/2026 19:00 WIBSerangan Udara Pakistan Guncang Ibu Kota Afghanistan
-
NASIONAL27/02/2026 15:30 WIBUsai Ditangkap di Sumut, Koko Erwin Digiring ke Jakarta

















