Berita
Lindungi Kepentingan Nasional, Australia Batalkan Dua Kerja Sama Proyek OBOR China
Australia memutuskan membatalkan dua perjanjian Jalan Sabuk (One Belt One Road – OBOR) antara negara bagian Victoria dan pemerintah China. Dilansir Reuters, Jumat (23/4), Australia menyatakan alasan pembatalan itu dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional negara dan mempertahankan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. “Kami selalu bertindak atas dasar kepentingan nasional untuk melindungi Australia, dan juga […]
Australia memutuskan membatalkan dua perjanjian Jalan Sabuk (One Belt One Road – OBOR) antara negara bagian Victoria dan pemerintah China.
Dilansir Reuters, Jumat (23/4), Australia menyatakan alasan pembatalan itu dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional negara dan mempertahankan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
“Kami selalu bertindak atas dasar kepentingan nasional untuk melindungi Australia, dan juga untuk memastikan kepentingan nasional kami terjaga di kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, serta menjaga keseimbangan dunia demi kebebasan,” kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dalam jumpa pers.
Menteri Besar Negara Bagian Victoria, Dan Andrews, meneken perjanjian penanaman modal dan proyek infrastruktur dalam kerangka kerja sama OBOR pada 2018 dan 2019.
Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, memutuskan menggunakan hak veto dan membatalkan dua kesepakatan itu.
“Keputusan ini berfokus kepada kepentingan nasional Australia. Ini adalah persoalan memastikan konsistensi hubungan luar negeri Australia dan tidak menargetkan negara tertentu,” kata Payne.
Payne menyatakan Australia tetap akan berhubungan dengan China dan meminta negara lain menghormati keputusan mereka.
Keputusan Australia membatalkan perjanjian kerja sama membuat China kesal.
Melalui kedutaan besar, China menyatakan keputusan Australia membatalkan kerja sama sebagai tindakan provokatif dan bisa membuat hubungan kedua negara semakin memburuk.
“Hal tersebut adalah keputusan yang tidak berdasar dan provokatif yang diambil Australia terhadap China,” demikian isi pernyataan Kedubes China.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mempertanyakan alasan di balik keputusan Australia membatalkan kesepakatan itu. Terutama soal alasan tidak menargetkan negara tertentu.
“Pemerintah Australia mengevaluasi sekitar seribu perjanjian dan hanya memutuskan membatalkan empat di antaranya, dan dua adalah perjanjian dengan China, jadi klaim Australia mereka tidak menargetkan negara tertentu diragukan,” kata Wang.
Akan tetapi, dampak dari pembatalan kerja sama itu dinilai minim karena sampai saat ini belum ada satu pun proyek yang berjalan.
Hubungan antara Australia dan China memburuk sejak tahun lalu. Tepatnya setelah Australia mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggelar penyelidikan khusus untuk mengungkap penanganan dan sumber virus corona.
Sejak itu China menaikkan tarif kepada sejumlah barang yang diimpor dari Australia.
-
PAPUA TENGAH27/02/2026 21:43 WIBAnanias Faot Resmi Nahkodai Perbakin Mimika, Target Cetak Atlet Nasional
-
PAPUA TENGAH27/02/2026 20:45 WIBBupati Mimika dan Kapolda Papua Tengah Tinjau Tapal Batas via Udara
-
NUSANTARA27/02/2026 20:30 WIBRemaja Grobogan Meninggal Usai Perang Sarung
-
DUNIA28/02/2026 14:45 WIBKhamenei Dipindahkan Usai Israel Serang Ibu Kota Iran
-
NASIONAL27/02/2026 23:00 WIBKemhan Pastikan Kapal Induk untuk Misi Non-Tempur
-
NASIONAL28/02/2026 07:00 WIBBukan Hoaks, Waka MPR Eddy Soeparno Sebut Krisis Iklim Sudah di Depan Pintu
-
DUNIA28/02/2026 14:30 WIBIsrael Luncurkan Serangan Pendahuluan ke Iran
-
DUNIA27/02/2026 21:00 WIBPersiapan Perang? Unit Scorpion AS Siap Operasikan Drone Kamikaze di Teluk

















