Berita
Wapres Ma’ruf Amin Sebut Alih Fungsi Lahan Menjadi Ancaman Serius Bagi Ekosistem Pertanian
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut, kewajiban pemerintah untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduknya berhadapan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun. Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi ancaman serius bagi ekosistem pertanian di Indonesia. Ma’ruf merujuk data BPS di mana jumlah penduduk Indonesia hasil sensus penduduk tahun 2020 sebesar 270,20 juta jiwa bertambah […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut, kewajiban pemerintah untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduknya berhadapan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun. Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi ancaman serius bagi ekosistem pertanian di Indonesia.
Ma’ruf merujuk data BPS di mana jumlah penduduk Indonesia hasil sensus penduduk tahun 2020 sebesar 270,20 juta jiwa bertambah 32,56 juta jiwa dibandingkan sensus penduduk tahun 2010. Sedangkan, pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 319 juta jiwa.
“Di satu sisi, jumlah penduduk semakin meningkat, tetapi di sisi lain, luas lahan pertanian sebagai media untuk memproduksi pangan semakin berkurang. Alih fungsi lahan menjadi ancaman yang serius bagi ekosistem pertanian di Indonesia,” katanya dalam pembukaan seminar ketahanan pangan nasional, Senin (3/5/2021).
Ma’ruf menuturkan, data Kementerian ATR/BPN menunjukkan bahwa luas lahan baku sawah menurun dari 7,75 juta hektar pada tahun 2013 menjadi 7,46 juta hektare pada tahun 2019.
Sementara, luas panen menurut perhitungan BPS dengan menggunakan metode kerangka sampel area (KSA) menurun dari 11,38 juta hektar di tahun 2018 menjadi 10,68 juta hektare di tahun 2019. Kemudian, menurun lagi menjadi 10,66 juta hektare di tahun 2020. Dia bilang, mengamati perkembangan ini maka rata-rata sawah hanya ditanami sebanyak 1,4 kali.
“Berubahnya fungsi lahan sawah membawa dampak yang sangat luas, antara lain menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan, kemiskinan petani, dan kerusakan ekologi di pedesaan,” ujar Ma’ruf.
Namun, kata dia, meski luas panen di tahun 2020 menurun dibanding tahun 2019, produksi padi mengalami sedikit kenaikan dari 54,60 juta ton di tahun 2019 menjadi 54,65 juta ton di tahun 2020. Hal ini disebabkan adanya kenaikan produktivitas di sejumlah provinsi.
“Data ini menunjukkan, jika diolah dengan tepat, lahan pertanian yang terbatas dapat ditingkatkan produktivitasnya,” pungkas Wapres Ma’ruf.
-
EKBIS27/02/2026 13:46 WIBBuka Cabang di Surabaya, Nellava Bullion Perkuat Pasar Investasi Logam Mulia Jawa Timur
-
JABODETABEK27/02/2026 19:30 WIBKejati DKI Geledah Office 88 Kokas Terkait Korupsi PLTU Suralaya
-
RAGAM27/02/2026 15:00 WIBProses Casting Timun Mas in Wonderland, Charlotte Olivia Merasa Senang
-
NASIONAL27/02/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Minta SPPG MBG Bermasalah Ditindak Tegas
-
JABODETABEK27/02/2026 16:30 WIBHujan Pagi, Tinggi Muka Air Jakarta Terpantau Stabil
-
PAPUA TENGAH27/02/2026 20:45 WIBBupati Mimika dan Kapolda Papua Tengah Tinjau Tapal Batas via Udara
-
DUNIA27/02/2026 19:00 WIBSerangan Udara Pakistan Guncang Ibu Kota Afghanistan
-
JABODETABEK27/02/2026 13:30 WIBUnjuk Rasa di Mabes Polri, Ribuan Personel Dikerahkan

















