Berita
AS Kecam Jet China Terobos Wilayah Udara Malaysia dan Taiwan
Amerika Serikat mengecam penerobosan wilayah udara Malaysia di Kalimantan dan Taiwan oleh kru jet tempur China dalam beberapa pekan belakangan. Komandan Angkatan Udara AS untuk Kawasan Pasifik, Kenneth Wilsbach, mengatakan bahwa pihaknya tak menyangka China akan begitu agresif di kawasan. “Kami salah perhitungan di kawasan ketika ada aktivitas-aktivitas di mana mereka masuk ke wilayah udara […]
Amerika Serikat mengecam penerobosan wilayah udara Malaysia di Kalimantan dan Taiwan oleh kru jet tempur China dalam beberapa pekan belakangan.
Komandan Angkatan Udara AS untuk Kawasan Pasifik, Kenneth Wilsbach, mengatakan bahwa pihaknya tak menyangka China akan begitu agresif di kawasan.
“Kami salah perhitungan di kawasan ketika ada aktivitas-aktivitas di mana mereka masuk ke wilayah udara orang yang seharusnya tidak boleh,” ujar Wilsbach sebagaimana dikutip AFP, Jumat (4/6).
Wilsbach melontarkan pernyataan ini setelah China beberapa kali menerobos wilayah udara Taiwan dalam setahun belakangan.
China kembali menarik perhatian setelah 16 jet tempurnya menerobos wilayah udara Malaysia di atas daerah sengketa di Laut China Selatan pada awal pekan ini.
Selama ini, China memang terus mengklaim bahwa Taiwan masih merupakan bagian dari wilayah kedaulatan mereka di bawah Kebijakan Satu China.
“Saya meyakini ini merupakan strategi China untuk menekan angkatan udara Taiwan,” ucap Wilsbach.
Untuk insiden di Malaysia, China mengklaim bahwa mereka hanya melakukan latihan rutin dan tak memasuki wilayah udara Negeri Jiran.
China memang terlibat sengketa wilayah di Laut China Selatan dengan sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Filipina.
Filipina sempat mengajukan gugatan ke Pengadilan Internasional mengenai klaim China ini. Pengadilan pun menolak klaim China tersebut, tapi Beijing tak terima atas keputusan itu.
Melihat pergerakan China ini, AS mulai memikirkan memindahkan asetnya di sekitar kawasan agar tak mudah menjadi target.
“Kami meneliti tiap lahan di kawasan itu dan kami menganalisis kemungkinan untuk digunakan sebagai tempat beroperasi,” kata Wilsbach.
-
EKBIS23/02/2026 16:30 WIBKomisi V DPR Minta Diskon Tiket Pesawat Mudik 20 Persen
-
OTOTEK23/02/2026 15:30 WIBKiamat HP Biasa? Penjualan Ponsel Lipat Diprediksi Meroket 30%
-
DUNIA23/02/2026 12:00 WIBSerangan Udara Pakistan di Afghanistan Tewaskan Puluhan Warga Sipil
-
NASIONAL23/02/2026 16:00 WIBKapolri: Oknum Brimob Aniaya Anak Pasti Dihukum Berat
-
JABODETABEK23/02/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan–Sedang di Seluruh Wilayah Jabodetabek 23 Februari
-
OASE23/02/2026 05:00 WIBRahasia Sehat di Balik Ibadah Puasa Ramadan
-
OTOTEK23/02/2026 13:30 WIBKelangkaan Chip AI Picu Lonjakan Penjualan Komputer Global
-
NASIONAL23/02/2026 14:00 WIBWaka BGN Sony Sonjaya Tuai Kecaman Usai Respon Rasis ke Mahasiswa

















