Berita
Bantu Evakuasi Staf Kedutaan di Kabul Afghanistan, AS Kirim Tambahan Pasukan
Amerika Serikat (AS) mengirim tambahan 3.000 pasukan ke Afghanistan untuk membantu mengevakuasi beberapa personel dari kedutaan besarnya di Kabul. Sebelumnya ada sekitar 650 pasukan yang ada di negara tersebut untuk membantu mengamankan misi diplomatik. Demikian disampaikan pejabat pemerintahan Presiden Joe Biden pada Kamis. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menyampaikan, kedutaan akan tetap […]
Amerika Serikat (AS) mengirim tambahan 3.000 pasukan ke Afghanistan untuk membantu mengevakuasi beberapa personel dari kedutaan besarnya di Kabul. Sebelumnya ada sekitar 650 pasukan yang ada di negara tersebut untuk membantu mengamankan misi diplomatik. Demikian disampaikan pejabat pemerintahan Presiden Joe Biden pada Kamis.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menyampaikan, kedutaan akan tetap buka terlepas dari rencana evakuasi tersebut.
“Kami mengurangi lebih banyak warga sipil kami di Kabul mengingat situasi keamanan yang berkembang,” jelas Price kepada wartawan, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (13/8).
“Kami akan mengurangi kehadiran inti diplomatik kami di Afghanistan dalam beberapa pekan ke depan. Dalam rangka memfasilitasi pengurangan ini, Departemen Pertahanan mengerahkan personel tambahan sementara ke Bandara Internasional Hamid Karzai.”
Juru bicara Pentagon, John Kirby kemudian mengonfirmasi AS akan mengirim 3.000 tentara untuk membantu evakuasi personel kedutaan termasuk warga Afghanistan pendaftar visa imigran khusus (SIV).
Dia menekankan, pasukan ini tidak akan tinggal di Afghanistan dalam waktu lama.
“Ini misi sementara dengan fokus kecil,” ujarnya, memperingatkan pasukan AS akan merespons jika mereka diserang.
Pasukan ini menyiapkan bantuan darat dan udara serta keamanan warga Amerika dalam proses penjemputan mereka menuju bandara Kabul, kata salah seorang pejabat.
Langkah ini diperkirakan sebagai kurangnya kepercayaan pemerintahan Biden terhadap kemampuan pemerintah Afghanistan memberikan keamanan diplomatik yang cukup di ibu kota negara tersebut di saat Taliban terus melancarkan serangan dan dengan cepat merebut sejumlah kota-kota penting di negara tersebut.
Sebelumnya pada Kamis, kedutaan AS di Kabul meminta warga Amerika segera meninggalkan Afghanistan. Kedutaan menerbitkan peringatan keamanan kedua dalam pekan ini, menyerukan warga AS keluar dari negara tersebut.
“Kedutaan AS mendesak warga Amerika meninggalkan Afghanistan segera menggunakan penerbangan komersil yang tersedia,” jelas sebuah pernyataan.
Peringatan itu termasuk instruksi untuk menghubungi kedutaan bagi mereka yang tidak bisa membeli tiket pesawat atau sedang menunggu anak atau pasangan mereka mendapatkan visa untuk keluar dari Afghanistan. Peringatan itu juga memperingatkan kapasitas kedutaan untuk membantu warga AS “sangat terbatas”.
Sebelum laporan AS mengirim pasukan untuk membantu evakuasi, kedutaan memperingatkan warga AS untuk menunggu pengumuman bantuan evakuasi.
-
NUSANTARA09/04/2026 14:00 WIBWaspada Awan Panas! Gunung Semeru Meletus Beruntun 4 Kali pada Kamis
-
NASIONAL09/04/2026 11:00 WIBBabak Baru Korupsi Haji, Nama Menteri ATR Ikut Terseret?
-
RIAU09/04/2026 10:56 WIBPolda Riau dan Polis Malaysia Perkuat Kerja Sama Tangani Narkotika dan Terorisme
-
EKBIS09/04/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Kamis 9 April 2026 Anjlok ke Level Rp 2,85 Juta
-
OTOTEK09/04/2026 13:30 WIBNgeri! Hampir 15 Juta Serangan Website Terjadi di Indonesia
-
POLITIK09/04/2026 14:00 WIBKader PPP Khawatir Partai Tersingkir dari Pemilu 2029
-
FOTO09/04/2026 16:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Listrik di Magelang
-
EKBIS09/04/2026 09:30 WIBKemarin Pesta Poin, IHSG Hari Ini Langsung Ambruk 40 Poin

















