Berita
Ditengah Gencarnya Serangan Taliban, Jerman Pangkas Staf Kedutaan Besar di Kabul
Jerman mengurangi jumlah staf kedutaan besarnya di Kabul ke level minimal. Hal itu dilakukan di tengah gencarnya serangan Taliban terhadap pemerintah Afghanistan. Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengungkapkan evakuasi akan dilakukan “dalam beberapa hari mendatang”. Sebelumnya, langkah serupa juga diambil oleh Amerika Serikat dan Inggris. “Kami akan mengirim tim dukungan krisis ke Kabul untuk membantu kami meningkatkan […]
Jerman mengurangi jumlah staf kedutaan besarnya di Kabul ke level minimal. Hal itu dilakukan di tengah gencarnya serangan Taliban terhadap pemerintah Afghanistan.
Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengungkapkan evakuasi akan dilakukan “dalam beberapa hari mendatang”. Sebelumnya, langkah serupa juga diambil oleh Amerika Serikat dan Inggris.
“Kami akan mengirim tim dukungan krisis ke Kabul untuk membantu kami meningkatkan perangkat keamanan” kata Maas.
Maas juga menegaskan kedutaan akan “tetap dapat berfungsi”. Penerbangan charter yang sudah dijadwalkan akan dipindahkan ke depan untuk membawa staf kedutaan Jerman “serta staf lokal yang masih di Afghanistan.”
Ia mengatakan bahwa personel Afghanistan akan diberikan visa pada saat kedatangan mereka di Jerman “untuk mempercepat keberangkatan mereka”.
Pada kesempatan yang sama, Maas memperbarui imbauan yang dibuat pada Kamis lalu oleh kementeriannya berisi semua warga negara Jerman yang masih di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara itu.
“Kami akan mengoordinasikan semua tindakan lebih lanjut dengan mitra internasional kami dalam beberapa hari mendatang,” katanya.
Perintah evakuasi oleh sekutu NATO datang ketika Taliban menguasai Kandahar – kota terbesar kedua di Afghanistan – di jantung pemberontakan, hanya menyisakan Kabul dan kantong wilayah lain di tangan pemerintah.
Gelombang pertama serangan diluncurkan pada awal Mei setelah Amerika Serikat dan mitranya menarik pasukan mereka dari Afghanistan, dengan Presiden Joe Biden bertekad untuk mengakhiri perang dua dekade pada 11 September.
Berdasarkan sumber diplomatik dan resmi kepada AFP, utusan NATO mengadakan pertemuan mendesak pada Jumat sore tentang situasi yang memburuk.
-
NUSANTARA09/04/2026 14:00 WIBWaspada Awan Panas! Gunung Semeru Meletus Beruntun 4 Kali pada Kamis
-
NASIONAL09/04/2026 11:00 WIBBabak Baru Korupsi Haji, Nama Menteri ATR Ikut Terseret?
-
RIAU09/04/2026 10:56 WIBPolda Riau dan Polis Malaysia Perkuat Kerja Sama Tangani Narkotika dan Terorisme
-
EKBIS09/04/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Kamis 9 April 2026 Anjlok ke Level Rp 2,85 Juta
-
OTOTEK09/04/2026 13:30 WIBNgeri! Hampir 15 Juta Serangan Website Terjadi di Indonesia
-
POLITIK09/04/2026 14:00 WIBKader PPP Khawatir Partai Tersingkir dari Pemilu 2029
-
FOTO09/04/2026 16:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Listrik di Magelang
-
EKBIS09/04/2026 09:30 WIBKemarin Pesta Poin, IHSG Hari Ini Langsung Ambruk 40 Poin

















