Berita
Lakukan Aktivitas Mata-Mata, Warga Ukraina Ditangkap Dinas Keamanan Federal Rusia
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menahan seorang warga Ukraina yang melakukan aktivitas mata-mata. “Seorang pria, yang namanya dirahasiakan, tertangkap basah mengumpulkan informasi rahasia tentang penelitian dan pengembangan produksi senjata ringan,” kata FSB dalam sebuah pernyataan. Menurut FSB, atas instruksi Dinas Intelijen Ukraina, seorang warga asing mencari staf perusahaan pertahanan Rusia yang […]
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menahan seorang warga Ukraina yang melakukan aktivitas mata-mata.
“Seorang pria, yang namanya dirahasiakan, tertangkap basah mengumpulkan informasi rahasia tentang penelitian dan pengembangan produksi senjata ringan,” kata FSB dalam sebuah pernyataan.
Menurut FSB, atas instruksi Dinas Intelijen Ukraina, seorang warga asing mencari staf perusahaan pertahanan Rusia yang memiliki akses ke informasi rahasia.
“Tujuannya adalah untuk merekrut orang-orang Rusia dan memperoleh informasi yang dilindungi secara hukum tentang perkembangan yang menjanjikan di bidang senjata ringan,” kata mereka.
Kasus pidana pun dibuka terhadap Ukraina atas tuduhan spionase, yang jika terbukti bersalah, pelakunya dapat dipenjara untuk jangka waktu 10 hingga 20 tahun. Sejauh ini, Ukraina belum membuat pernyataan resmi tentang penangkapan warga negaranya.
-
FOTO09/04/2026 16:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Listrik di Magelang
-
JABODETABEK10/04/2026 06:00 WIBSIM Keliling Jumat di Lima Lokasi Jakarta
-
NUSANTARA09/04/2026 15:30 WIBSkandal Briptu Intip Polwan, Benarkah Lolos Kode Etik?
-
PAPUA TENGAH09/04/2026 16:00 WIBJejak CCTV Ungkap Tragedi Berdarah di Halaman Masjid Al-Azhar Timika
-
OLAHRAGA10/04/2026 08:00 WIBPiala Dunia 2026, Bakal Dipimpin 52 Wasit Utama
-
RIAU10/04/2026 07:00 WIBDiduga Dibunuh, Sorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bengkalis
-
EKBIS10/04/2026 09:30 WIBRupiah Menguat Jadi Rp17.083 Per Dolar AS
-
DUNIA09/04/2026 15:00 WIBNetanyahu: Perang dengan Iran Belum Berakhir

















