Berita
Tahun Depan, AL Rusia Akan Punya Rudal Hipersonik
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia akan punya rudal hipersonik Zicron pada 2022 mendatang, setelah proses uji coba senjata itu rampung. Putin menyampaikan proyeksi tersebut setelah Rusia berhasil melakukan uji coba rudal Zicron dari kapal selam untuk yang pertama kalinya pada bulan lalu. Dia mengatakan, dalam uji coba itu, Zicron berhasil mencapai target tanah dan […]
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia akan punya rudal hipersonik Zicron pada 2022 mendatang, setelah proses uji coba senjata itu rampung.
Putin menyampaikan proyeksi tersebut setelah Rusia berhasil melakukan uji coba rudal Zicron dari kapal selam untuk yang pertama kalinya pada bulan lalu.
Dia mengatakan, dalam uji coba itu, Zicron berhasil mencapai target tanah dan laut saat ditembakkan dari bawah laut atau di permukaan kapal.
“Sekarang sangat penting untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi yang diperlukan untuk menciptakan sistem senjata hipersonik baru, laser bertenaga tinggi, dan sistem robot,” kata Putin, Rabu (5/11).
Ia lalu berujar, “(Itu) akan efektif melawan potensi ancaman militer, yang artinya akan semakin memperkuat keamanan negara kita.”
Sebagaimana dilansir Reuters, uji coba ini dianggap sebagai bagian dari perlombaan senjata antara Rusia, Amerika Serikat, dan negara lainnya dalam mengembangkan senjata jarak jauh yang lebih sulit dideteksi.
Beberapa pengamat Barat mempertanyakan seberapa canggih senjata Rusia generasi baru itu. Mereka mengakui bahwa secara umum, kombinasi kecepatan, kemampuan, dan ketinggian rudal hipersonik membuatnya sulit dilacak dan dicegat.
Rudal hipersonik biasanya meluncur lima kali lebih cepat dari kecepatan suara atau sekitar 6.200 km/jam (3.850 mph).
Rudal itu memang lebih lamban dari rudal balistik antarbenua, tapi bentuk kendaraan luncur hipersonik memungkinkannya melakukan manuver menyerang target atau menjauh dari pertahanan.
Tak hanya Rusia, AS juga sedang mengembangkan rudal hipersoniknya. Oktober lalu, Kementerian Pertahanan AS menyatakan ingin memangkas biaya senjata hipersonik karena rudal yang sedang dikembangkan saat ini membutuhkan puluhan juta dolar per unitnya.
Sementara itu, Korea utara juga telah melakukan uji coba rudal hipersoniknya pada September
-
NUSANTARA01/10/2026 12:30 WIBKarhutla Mengamuk di Lereng Gunung Salu Lovu
-
DUNIA01/10/2026 12:00 WIBGeger! 45 Perusahaan Ketahuan Beli Ulasan Google Palsu
-
POLITIK01/10/2026 19:00 WIBTiga Nama Besar Terpental dari Kabinet, Tak Dapat Jatah Baru
-
POLITIK01/10/2026 14:00 WIBIstana Umumkan Perombakan Besar, Ini Daftar Lengkapnya
-
DUNIA01/10/2026 15:00 WIBMojtaba Khamenei Mulai Bersih-Bersih Militer Iran
-
NASIONAL01/10/2026 16:00 WIBMulai 5 Oktober, Duit Insentif SPPG MBG Berubah Total
-
NASIONAL01/10/2026 13:00 WIBMuzani Yakin Sekolah Rakyat Jadi Mesin Cetak SDM Unggul
-
NASIONAL02/10/2026 06:00 WIBPAN Soroti Bahaya Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

















