Berita
PPP Nilai Presidential Treshold Sebagai Bentuk Penghargaan Parpol yang Berjuang di Pemilu
AKTUALITAS.ID – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menilai, ambang batas presiden atau presidential threshold diperlukan. Alasannya sebagai penghargaan terhadap partai politik yang telah berjuang hingga lolos pemilihan umum. “Adanya presidensial threshold sebagai bentuk insentif atau penghargaan kepada partai politik yang sudah berjuang di pemilu,” kata Awiek sapaan akrabnya lewat pesan tertulis, Rabu […]
AKTUALITAS.ID – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menilai, ambang batas presiden atau presidential threshold diperlukan. Alasannya sebagai penghargaan terhadap partai politik yang telah berjuang hingga lolos pemilihan umum.
“Adanya presidensial threshold sebagai bentuk insentif atau penghargaan kepada partai politik yang sudah berjuang di pemilu,” kata Awiek sapaan akrabnya lewat pesan tertulis, Rabu (15/12/2021).
Alasan lainnya, presidential threshold membuat presiden terpilih mendapat dukungan parpol di parlemen. Tujuannya, agar kebijakan yang dibuat kepala negara tidak terhambat.
“Selain itu, jangan sampai presiden terpilih nantinya tidak dapat dukungan di parlemen sehingga akan menghambat kebijakan yang dibuatnya,” ucapnya.
Terlebih, lanjut Anggota DPR ini, tidak ada revisi terhadap undang-undang pemilu. Maka ambang batas presiden masih tetap 20 persen.
“Kesepakatan kami UU Pemilu tidak direvisi. Maka tidak ada perubahan pengaturan,” pungkasnya
-
DUNIA01/09/2026 11:00 WIBKSAD Maruli: Tato Tradisi Tak Halangi Jadi Prajurit
-
JABODETABEK01/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Awal September
-
EKBIS01/09/2026 09:30 WIBIHSG Awal September Dibuka Menguat
-
NUSANTARA01/09/2026 12:30 WIBBMKG: September 2026 Belum Aman dari Kemarau
-
EKBIS01/09/2026 10:30 WIBRupiah Nyaris Tak Bergerak di Rp17.7 Ribu
-
EKBIS01/09/2026 11:30 WIBPertamina Umumkan Harga Baru BBM Nonsubsidi
-
DUNIA01/09/2026 12:00 WIBPuluhan Drone Iran Hancurkan Pangkalan Udara AS di UEA
-
NASIONAL01/09/2026 13:00 WIBGerindra Semprot Bakom Soal Hasil Survei Anjlok