Berita
KPK Sita HP dan Tas Sekjen PDIP Terkait Buronan Harun Masiku
AKTUALITAS.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa handphone dan tas miliknya disita oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menjalani pemeriksaan terkait tersangka buronan kasus dugaan suap, Harun Masiku. Barang-barang tersebut disita dari stafnya, Kusnadi, yang dipanggil tim penyidik saat Hasto berada dalam ruang pemeriksaan.
“Di tengah-tengah pemeriksaan, staf saya yang bernama Kusnadi dipanggil oleh tim penyidik dengan alasan untuk bertemu saya, tapi kemudian tas dan handphone atas nama saya disita,” ujar Hasto kepada awak media usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/6).
Hasto juga menyampaikan keberatannya terkait pelarangan untuk didampingi oleh kuasa hukum selama pemeriksaan. Menurutnya, hak untuk didampingi penasihat hukum telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
“Kami berdebat karena setahu saya, sebagai saksi dalam KUHAP, saya berhak didampingi penasihat hukum,” tegas Hasto.
Ia menambahkan bahwa tindakan penyidik KPK yang tidak memperbolehkan dirinya didampingi penasihat hukum melanggar hak pro justicia. Selain itu, Hasto juga memprotes penyitaan handphone miliknya, menyatakan bahwa semua tindakan harus didasarkan pada hukum acara pidana.
Akibat polemik tersebut, proses pemeriksaan terhadap Hasto hanya berlangsung sekitar empat jam. Selama pemeriksaan, ia mengaku ditinggal tim penyidik dalam ruangan yang sangat dingin.
“Saya di dalam ruangan yang sangat dingin hampir sekitar empat jam, dan bersama penyidik face to face paling lama 1,5 jam, sisanya ditinggal kedinginan,” ujarnya.
Hasto menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya belum mencapai materi pokok perkara dugaan pemberian suap dari mantan caleg PDIP Harun Masiku kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait pengondisian pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR Periode 2019-2024. Proses pemeriksaan akhirnya ditunda, dan Hasto menyatakan akan kooperatif menunggu jadwal pemeriksaan selanjutnya.
“Dalam kesempatan lain kami akan datang memenuhi undangan dari KPK sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen sebagai warga negara,” ucapnya.
Sebelumnya, KPK mengaku telah mendapatkan informasi baru terkait lokasi keberadaan buronan Harun Masiku. Informasi tersebut dikorek tim penyidik saat memeriksa sejumlah saksi, termasuk Simeon Petrus (pengacara), Hugo Ganda (mahasiswa), dan Melita De Grave (mahasiswa) pada pekan lalu.
“Kami memang memanggil beberapa orang saksi, setidaknya ada tiga, baik itu pengacara, mahasiswa, dan ada kaitannya dengan informasi baru yang masuk dan diterima oleh KPK,” ujar Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, di Gedung Merah Putih KPK.
Ali membenarkan bahwa ketiga saksi tersebut memiliki hubungan kerabat dan kedekatan dengan Hasto Kristiyanto. Simeon memiliki hubungan dekat dengan Hasto, sedangkan Hugo adalah menantu Simeon, dan Melita De Grave merupakan kerabat Hugo.
“Ketiganya memang ada hubungan kekerabatan,” jelas Ali.
Ali juga menegaskan bahwa pemeriksaan Hasto pada pekan depan berkaitan dengan informasi keberadaan Harun Masiku. Penyidik KPK mendalami dugaan adanya pihak yang mengetahui lokasi Harun namun tidak menyampaikan informasi tersebut.
“Saat ini masih terus kami dalami lebih lanjut, dan ke depan mungkin juga akan memanggil pihak lain, termasuk Hasto, sebagai saksi untuk mendalami informasi terbaru tersebut,” pungkas Ali. (NOUFAL/RAFI)
-
FOTO31/03/2026 18:00 WIBFOTO: Zulhas Buka Rakernas I PAN
-
RIAU31/03/2026 18:17 WIBNelayan Meranti Terima 20 Mesin Ketinting, Kapolda Riau Dorong Ekonomi Pesisir
-
DUNIA31/03/2026 15:00 WIBMoskow Bantu Iran dengan Drone Shahed Canggih
-
NASIONAL31/03/2026 18:31 WIBKronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Dunia usai Tangani Pasien Campak
-
NASIONAL31/03/2026 19:00 WIBPemerintah dan Pertamina Sepakat Harga BBM Batal Naik
-
PAPUA TENGAH31/03/2026 20:00 WIBPenipuan Percepatan Haji Marak di Mimika, Kemenhaj Imbau Jemaah Waspada
-
RAGAM31/03/2026 20:30 WIBPenyakit Campak Menular Lewat Udara dan Droplet
-
OTOTEK31/03/2026 16:00 WIBEfesiensi Operasional, BYD Pangkas 100.000 Tenaga Kerja

















