DUNIA
Israel Kembali Tewaskan dan Lukai 150 Warga Palestina di Jabalia
Pertahanan Sipil Palestina melaporkan, “Ada pembicaraan tentang lebih dari 150 orang yang syahid dan terluka, dan tidak ada seorang pun yang melakukan intervensi untuk menyelamatkan mereka.” Selain itu, mereka mengonfirmasi bahwa tentara Israel telah menghancurkan setidaknya 11 bangunan rumah di Jalan al-Huja, menyulitkan evakuasi jenazah dan pengangkutan korban luka.
Serangan ini terjadi setelah tentara Israel melumpuhkan layanan Pertahanan Sipil dan medis di seluruh Jalur Gaza utara, termasuk Rumah Sakit Al-Awda, Kamal Adwan, dan Rumah Sakit Indonesia, yang baru-baru ini dihancurkan. Hal ini semakin memperburuk kondisi warga sipil yang terjebak dalam situasi krisis.
Pembantaian di Jalan Al-Huja ini dianggap sebagai bagian dari strategi pendudukan yang lebih luas, bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap warga sipil dan pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Jabalia dan Beit Lahia, dengan harapan memaksa mereka mengungsi ke arah Gaza selatan.
Sementara itu, serangan udara Israel juga dilaporkan menargetkan sebuah masjid di Khan Younis, yang mengakibatkan beberapa orang terluka. Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa serangan ini semakin menambah penderitaan warga Palestina yang sudah berada dalam keadaan kritis akibat konflik yang berkepanjangan. (Yan Kusuma)
-
NUSANTARA15/04/2026 08:30 WIBWakapolda Riau Lepas Satgas Jembatan Merah Putih Tahap II
-
NUSANTARA15/04/2026 07:30 WIBKomplotan Curanmor Nawaripi Akhirnya Tertangkap
-
NUSANTARA15/04/2026 13:30 WIBKreatif Banget! Persit Mimika Ubah Batu Biasa Jadi Aksesori Premium
-
OTOTEK15/04/2026 16:30 WIBTiongkok Mulai Menyalip, Ini Dia Daftar Mobil Terlaris Sepanjang Q1 2026
-
POLITIK15/04/2026 10:00 WIBKasus Panas! Kritik ke Presiden Diseret ke Ranah Hukum
-
EKBIS15/04/2026 10:30 WIBPagi Hijau! Rupiah Menguat Lawan Dolar AS
-
NASIONAL15/04/2026 09:00 WIBHabiburokhman: Polri Harus Konsisten Tindak Anggota Bermasalah
-
NUSANTARA16/04/2026 00:01 WIBTiga Warga Distrik Sinak Terluka Akibat Penembakan OPM

















