DUNIA
Iran Ancam Hantam Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Perundingan Nuklir Gagal
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, melontarkan ancaman serius untuk menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Ancaman ini muncul hanya beberapa hari menjelang putaran keenam perundingan nuklir antara Iran dan AS yang krusial.
“Beberapa pejabat di pihak lain mengancam konflik jika perundingan tidak membuahkan hasil,” tegas Nasirzadeh dalam konferensi pers, merujuk pada pernyataan dari Washington. “Jika konflik dibebankan pada kami, semua pangkalan AS berada dalam jangkauan kami dan kami akan dengan berani menargetkan mereka di negara tuan rumah.”
Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan pengeboman jika Iran tidak menyepakati perjanjian nuklir baru. Perundingan yang akan datang, dijadwalkan pada Kamis menurut Trump dan Ahad di Oman menurut Teheran, diproyeksikan akan menjadi ajang Iran mengajukan proposal tandingan terhadap tawaran AS sebelumnya yang telah mereka tolak. Trump sendiri pada Selasa mengomentari Iran yang disebutnya “jauh lebih agresif” dalam perundingan.
Dalam kesempatan yang sama, Nasirzadeh juga mengungkapkan Teheran baru-baru ini telah menguji rudal dengan hulu ledak seberat dua ton dan tidak akan menerima batasan apa pun terkait pengembangan militernya. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya telah menyerukan pengembangan militer Iran, termasuk rudal, sejak Februari lalu.
Ancaman ini muncul di tengah upaya Presiden Trump yang mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan permanen ke Gaza. Dalam percakapan telepon yang tegang pada Senin lalu, Trump dilaporkan menekan Netanyahu agar menerima “kerangka Witkoff” yang akan menghentikan perang selama 60 hari dengan imbalan sebagian sandera yang ditahan Hamas. Namun, Netanyahu bersikeras menolak kesepakatan gencatan senjata yang akan mengakhiri pertempuran di Jalur Gaza secara permanen, sebuah “garis merah” baginya dan koalisi sayap kanannya.
Trump meyakini penghentian perang di Gaza akan memuluskan negosiasi nuklir dengan Iran dan pembicaraan normalisasi dengan Arab Saudi. Selain itu, Gedung Putih dilaporkan telah menyingkirkan opsi serangan militer terhadap Iran, alih-alih fokus pada pengendalian program nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan sanksi.
Sementara itu, komandan militer AS di Timur Tengah telah menyampaikan “berbagai pilihan” kepada Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir jika perundingan gagal. Laporan menunjukkan serangan terhadap Iran tidak akan didiskusikan hingga Trump memutuskan negosiasi nuklir telah benar-benar menemui jalan buntu.
Netanyahu sendiri dalam percakapan teleponnya dengan Trump, menekankan pentingnya ancaman militer yang kredibel terhadap Iran. Namun, Trump menjawab serangan harus “dihentikan untuk saat ini.” Netanyahu juga dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa “negosiasi dengan Iran sia-sia, Iran mempermainkan Anda dan yang mereka coba lakukan hanyalah mengulur waktu.”
“Pernyataan Anda tentang serangan terhadap Iran tidak membantu. Kami sedang mengupayakan kesepakatan,” jawab Trump. Meskipun demikian, sumber-sumber Gedung Putih yang dikutip Fox News pada Selasa tampaknya setuju dengan komentar Netanyahu.
Dengan eskalasi retorika dan pergerakan diplomatik yang intens, nasib perundingan nuklir Iran-AS dan stabilitas di Timur Tengah kini berada di ujung tanduk. (Mun)
-
EKBIS26/03/2026 09:30 WIBRupiah Menguat ke Rp16.892 per Dolar AS Pagi Ini
-
PAPUA TENGAH26/03/2026 20:30 WIBIptu Yakobus Resmi Jabat Kasat Resnarkoba Polres Mimika
-
FOTO26/03/2026 13:38 WIBFOTO: Penumpang Whoosh Meningkat 11 Persen di Libur Lebaran 2026
-
NASIONAL26/03/2026 11:00 WIBKPK Bantah Pelanggaran dalam Pengalihan Tahanan Yaqut
-
OTOTEK26/03/2026 18:00 WIBSony dan Honda Angkat Tangan pada Proyek Mobil Listriknya
-
NUSANTARA26/03/2026 20:00 WIBAksi Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Berhasil Digagalkan
-
EKBIS26/03/2026 10:30 WIBIHSG Tiba-Tiba Jatuh 1,18%, Investor Kaget
-
NASIONAL26/03/2026 16:30 WIBKasus Andrie Yunus Harus Diselesaikan Lewat Peradilan Militer

















