Connect with us

DUNIA

Perlawanan Palestina Bersatu, Tembakan dan Roket Hantam Pasukan Israel di Gaza

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Di tengah gempuran dan pengepungan Israel yang tak henti-hentinya, faksi-faksi pejuang Palestina kembali menunjukkan persatuan dalam menghadapi upaya pencaplokan Kota Gaza. Kelompok-kelompok perlawanan ini melancarkan serangan terkoordinasi yang menargetkan posisi dan pasukan Israel di berbagai wilayah, mulai dari Kota Gaza hingga Rafah dan Khan Yunis.

Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan keberhasilan menembak mati seorang tentara Israel dengan senapan mesin di lingkungan al-Zaytoun. Operasi ini terjadi setelah tentara tersebut keluar dari tank Merkava. Sementara itu, Brigade al-Qassam juga meluncurkan roket jarak pendek ke arah tentara dan kendaraan Israel di Rafah dan Khan Yunis.

Tak hanya Hamas, Brigade al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam, juga menembaki mesin-mesin militer Israel dengan mortir di dekat Khan Yunis. Aksi ini diikuti oleh Brigade Syuhada Al-Aqsa yang bekerja sama dengan Brigade Al-Nasser Salah al-Din. Keduanya melancarkan serangan mortir ke arah pasukan pendudukan Israel.

Di saat bersamaan, Brigade Mujahidin mengumumkan keberhasilan mereka menembak jatuh pesawat tak berawak Israel yang sedang melakukan misi pengintaian di selatan Kota Gaza. Rentetan serangan ini menunjukkan perlawanan Palestina masih memiliki kekuatan dan koordinasi yang solid, meski Jalur Gaza telah dilanda kehancuran selama hampir 23 bulan.

Aksi perlawanan ini semakin mengemuka setelah data intelijen militer Israel sendiri mengungkap fakta mengerikan terkait jumlah korban di Gaza. Sebuah database rahasia menunjukkan lima dari enam warga Palestina yang terbunuh, atau sekitar 83%, adalah warga sipil. Angka ini bertolak belakang dengan klaim Israel yang menyebutkan rasio korban sipil dan kombatan adalah 1:1 atau 2:1.

Menurut laporan dari The Guardian, majalah Israel-Palestina +972 Magazine, dan media Ibrani Local Call, database militer Israel hanya mencatat sekitar 8.900 pejuang dari Hamas dan Jihad Islam yang tewas atau “mungkin tewas” hingga Mei 2025. Jumlah ini hanya 17% dari total 53.000 korban tewas yang dilaporkan oleh otoritas kesehatan Gaza pada saat itu. Data ini secara telak membantah narasi Israel dan menunjukkan skala pembantaian ekstrem yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Yaman yang dikuasai kelompok Houthi juga turut ambil bagian dalam mendukung perlawanan Palestina. Juru bicara mereka, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan operasi militer yang menargetkan Bandara Lod di Jaffa dengan rudal balistik hipersonik dan dua drone. Saree mengklaim rudal tersebut berhasil menembus pertahanan Israel dan menyebabkan kekacauan besar. Operasi ini disebut sebagai bentuk dukungan “sebagai kemenangan bagi rakyat Palestina yang tertindas”. (Mun)

TRENDING