DUNIA
AS-Iran Nego Nuklir, Penasihat Khamenei: Kapabilitas Rudal Kami Harga Mati
AKTUALITAS.ID – Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Ali Shamkhani, menegaskan bahwa program rudal balistik Iran merupakan garis merah dan tidak akan menjadi subjek negosiasi dalam perundingan dengan pihak mana pun.
Pernyataan itu disampaikan Shamkhani saat peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran pada Rabu (11/2/2026).
“Kapabilitas rudal Republik Islam tidak bisa dinegosiasikan,” ujar Shamkhani, seperti dikutip Al Jazeera dari media lokal Iran.
Sikap tegas tersebut muncul di tengah berlanjutnya perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Muscat, Oman. Pada Jumat (6/2/2026), kedua negara kembali duduk bersama setelah beberapa pekan ketegangan yang dipicu ancaman militer dari Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pertemuan di Muscat sebagai “awal yang baik” dan membuka peluang kelanjutan dialog jika ketidakpercayaan dapat diatasi. Namun, ia menegaskan program rudal balistik bukan bagian dari agenda negosiasi, karena dianggap sebagai isu pertahanan nasional.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu Presiden Trump di Washington pada Rabu (11/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, isu perundingan nuklir Iran turut dibahas. Pemerintah Israel menyatakan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup pembatasan rudal balistik Iran serta penghentian dukungan terhadap kelompok sekutu Teheran di kawasan.
Media Israel The Jerusalem Post melaporkan bahwa Iran disebut mampu memproduksi hingga ratusan rudal balistik per bulan. Isu ini bahkan menjadi topik pembahasan dalam kunjungan Kepala Staf militer Israel ke Washington untuk mendorong sikap tegas AS terhadap program rudal Teheran.
Israel menilai program rudal balistik Iran kini menjadi ancaman utama, bahkan lebih besar daripada isu nuklir. Pemerintah Israel juga menegaskan tidak menutup kemungkinan langkah sepihak jika perundingan AS-Iran tidak mencakup pembatasan rudal tersebut.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa selain isu pengayaan uranium, program rudal balistik Iran menjadi faktor kunci yang berpotensi mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan arah diplomasi internasional dalam waktu dekat. (Mun)
-
RILEKS04/04/2026 15:45 WIBLogika Jaksa, Kreativitas Amsal Sitepu Harus Pakai Tenaga Dalam
-
RAGAM04/04/2026 15:30 WIBIni Peringatan Keras Ramalan Zodiak 4 April 2026
-
PAPUA TENGAH04/04/2026 19:00 WIBSinergi Lintas Sektoral Amankan Prosesi Jumat Agung di Mimika
-
NASIONAL04/04/2026 22:30 WIB143.948 Siswa Bersaing Ketat di SPAN-PTKIN
-
NASIONAL05/04/2026 07:00 WIBPAN Bongkar Risiko WFH Seragam untuk Swasta
-
JABODETABEK04/04/2026 17:30 WIBMacan Tutul Masuk Permukiman Warga, Berhasil Dievakuasi
-
POLITIK05/04/2026 06:00 WIBPakar Militer: Isu Presiden Antikritik Picu Ancaman Gerakan “No King”
-
OTOTEK04/04/2026 16:00 WIBJepang Disalip China Jadi Importir Mobil Terbesar

















