DUNIA
Khamenei Serukan Persatuan dan Kecam Amerika Serikat
AKTUALITAS.ID – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei meminta rakyat Iran untuk menjaga persatuan, serta mengatakan sejumlah demonstran mencoba menyenangkan Amerika Serikat (AS).
Khamenei menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato kenegaraan yang disiarkan televisi saat negara tersebut sedang menghadapi meningkatnya aksi unjuk rasa, pada Jumat (9/1/2026).
Para pengunjuk rasa merusak jalanan milik mereka sendiri untuk menyenangkan presiden negara lain, kata pemimpin tertinggi Iran itu, yang merujuk pada Presiden AS Donald Trump.
Khamenei meminta pemimpin AS untuk fokus pada masalah di negaranya sendiri.
Iran tidak akan mundur dalam menghadapi para penyabot, tuturnya.
Aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung, yang dipicu oleh penurunan tajam nilai tukar rial serta kesulitan ekonomi di beberapa kota di Iran sejak akhir bulan lalu, tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan beberapa bentrokan mematikan dilaporkan terjadi antara polisi dan apa yang digambarkan pemerintah sebagai para perusuh.
Sejak Kamis (8/1), Iran mengalami pemadaman internet skala besar, dengan komunikasi dan media lokal juga menghadapi gangguan yang signifikan.
Sejumlah penerbangan dari berbagai negara, termasuk Turkiye dan Uni Emirat Arab, telah membatalkan layanan mereka ke dan dari Iran.
(Purnomo/goeh)
-
Berita21/07/2026 20:50 WIBPekerja Pertamina Balongan Gelar Aksi Melawan ‘Sunat’ Upah akibat Pergantian Vendor
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
NASIONAL22/07/2026 07:00 WIBBaru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Pilih Mundur
-
NASIONAL21/07/2026 20:30 WIBKPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Korupsi Pemkab Lombok Barat
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan
-
EKBIS21/07/2026 20:00 WIBFerry Latuhihin Kritik Anggaran MBG dan KDMP
-
NASIONAL21/07/2026 23:00 WIBRieke Pitaloka Desak RUU Hak Cipta Lindungi Karya Pers dari Scraping AI Tanpa Kompensasi

















