Connect with us

DUNIA

Iran Tantang AS: Balasan Berikutnya Lebih Dahsyat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali melonjak tajam. Teheran menuding Presiden AS Donald Trump telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) yang baru disepakati di Swiss, sementara aksi saling serang di kawasan Teluk semakin memperbesar risiko konflik yang lebih luas.

Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menilai pemerintahan Trump tidak menunjukkan komitmen terhadap hasil perundingan maupun kesepakatan penghentian konflik.

“Pelanggaran gencar terhadap gencatan senjata ini, seperti yang selalu terjadi, hanya akan berujung pada kemunduran dan penyesalan di pihak mereka,” ujar Azizi seperti dikutip Al Jazeera.

Ia juga menegaskan bahwa fase saling menyalahkan telah berakhir.

“Saling menyalahkan tidak lagi berhasil,” tulis Azizi melalui akun X miliknya.

BACA JUGA  Iran Sebut AS Tak Punya Jalan Keluar

Tak lama setelah tudingan tersebut, Korps Garda Revolusi Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi milik Amerika Serikat di kawasan Teluk pada Sabtu (27/6). Serangan itu disebut sebagai balasan atas operasi militer terbaru Washington terhadap wilayah Iran.

“Iika agresi tersebut terulang, tanggapan kami akan lebih luas daripada ini,” tegas Garda Revolusi Iran, dikutip AFP.

Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyerang sejumlah fasilitas militer Iran pada Jumat (26/6). Washington mengklaim operasi itu dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, pesawat tempur AS menghantam lokasi penyimpanan rudal, drone, serta fasilitas radar di pesisir Iran. Seorang pejabat senior AS menyebut sedikitnya empat sasaran di sepanjang pesisir Iran dan Pulau Qeshm dihantam enam pesawat tempur.

BACA JUGA  Iran Mengancam Serangan Balasan atas Tuduhan AS

Presiden Donald Trump kemudian menyatakan bahwa Iran sebelumnya meluncurkan sedikitnya empat drone serang ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Tiga drone berhasil dicegat, sementara satu lainnya menghantam kapal kargo dan menyebabkan kerusakan.

Melalui Truth Social, Trump menyebut aksi tersebut sebagai “pelanggaran bodoh” terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Nada keras juga datang dari Wakil Presiden AS JD Vance. Ia memperingatkan bahwa setiap tindakan kekerasan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan yang sama.

“Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya. Jika mereka memiliki perbedaan pendapat mengenai penerapan nota kesepahaman, mereka dapat menghubungi kami melalui telepon,” tulis Vance di media sosial.

BACA JUGA  Iran Ancam Balasan “Lebih Menghancurkan” Jika AS Serang Lagi

Sementara itu, situasi keamanan di jalur pelayaran internasional juga terus memburuk. Pada Kamis (25/6), Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal kargo dihantam proyektil tak dikenal di lepas Pantai Oman. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun anjungan kapal mengalami kerusakan.

Rangkaian serangan dan aksi balasan ini memperlihatkan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang baru dicapai masih sangat rapuh. Hingga kini, baik Washington maupun Teheran tetap mempertahankan narasi masing-masing mengenai pihak yang lebih dahulu melanggar kesepakatan, sementara ketegangan di sekitar Selat Hormuz terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan jalur perdagangan global. (Mun)

TRENDING