Connect with us

DUNIA

Trump: Gulingkan Khamenei Adalah Hal Terbaik bagi Dunia

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan keinginannya melihat perubahan rezim di Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Berbicara kepada wartawan usai kunjungan ke Fort Bragg, Trump menyebut perubahan kepemimpinan di Iran bisa menjadi “hal terbaik yang terjadi”.

“Sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi,” ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Trump menilai selama 47 tahun terakhir banyak korban jiwa berjatuhan di bawah pemerintahan teokratis Iran. Namun saat ditanya siapa sosok yang layak menggantikan Khamenei, ia enggan merinci.

Di kesempatan yang sama, Trump juga mengumumkan penguatan militer AS di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut kapal induk USS Gerald R. Ford akan segera tiba di kawasan tersebut. Sebelumnya, USS Abraham Lincoln juga dilaporkan telah berada di Timur Tengah berdasarkan keterangan United States Central Command (CENTCOM).

“Kekuatan tambahan serta kapal induk lain akan segera tiba di Timur Tengah. Mari kita lihat apakah kita bisa menyelesaikan masalah ini sekarang,” kata Trump.

Hubungan AS dan Iran memanas setelah gelombang demonstrasi besar melanda Iran sejak akhir Desember. Pemerintah Iran menuding AS ikut campur dan memanfaatkan aksi protes yang awalnya dipicu krisis ekonomi.

Pada 13 Januari, Trump melalui platform Truth Social menyerukan rakyat Iran untuk terus melakukan demonstrasi dan mengambil alih institusi pemerintahan.

Di sisi lain, negosiasi program nuklir antara AS dan Iran kembali dilanjutkan pada 6 Februari dan kini memasuki putaran kedua. Trump mengancam akan mengambil langkah militer lebih keras jika Teheran tidak segera mencapai kesepakatan.

Iran menyatakan bersedia mengurangi tingkat pengayaan uranium dengan syarat seluruh sanksi AS dicabut. Namun, Teheran menolak tuntutan lain, termasuk penghentian program rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan.

Situasi geopolitik di Timur Tengah pun kembali menjadi sorotan dunia, seiring pengerahan armada militer AS dan berlanjutnya perundingan nuklir yang menentukan masa depan hubungan kedua negara. (Mun)

Continue Reading

TRENDING