DUNIA
Obama: Operasi ICE di Minnesota Seperti Ulah Negara Otoriter
AKTUALITAS.ID – Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, melontarkan kritik tajam terhadap operasi besar-besaran yang dilakukan aparat Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Minnesota. Obama menyebut taktik agresif yang digunakan agen federal tersebut melampaui batas dan menyerupai praktik di negara-negara otoriter.
Dalam wawancara di podcast Brian Tyler Cohen, Sabtu (14/2/2026), Obama menyoroti pengerahan sekitar 3.000 agen federal di Minneapolis dan St. Paul yang dinilai tidak memiliki pedoman pelatihan yang jelas.
“Penting bagi kita untuk menyadari bahwa apa yang dilakukan ICE di Minnesota adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Agen federal menarik orang dari rumah mereka dan menembakkan gas air mata ke kerumunan yang tidak melanggar hukum. Ini menyerupai ulah diktator,” tegas Obama.
Operasi yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini memicu ketegangan nasional, terutama setelah tewasnya dua demonstran, Renee Good dan Alex Pretti, dalam insiden yang melibatkan aparat pada Januari lalu. Obama menyebut kematian tersebut sebagai “peringatan” bahwa supremasi hukum di Amerika sedang dalam tekanan besar.
Meski demikian, Obama memuji keberanian warga Minnesota yang melakukan pembangkangan sipil secara damai untuk saling melindungi dari tindakan represif aparat.
“Perilaku heroik warga yang saling memberi peringatan di tengah cuaca ekstrem memberi kita harapan bahwa nilai-negara ini masih terjaga,” tambahnya.
Selain isu imigrasi, Obama juga menyindir iklim diskursus publik di media sosial yang ia sebut sebagai “pertunjukan badut”. Pernyataan ini muncul tak lama setelah insiden unggahan rasis di akun media sosial Donald Trump yang menargetkan dirinya dan Michelle Obama – unggahan yang kemudian dihapus dengan alasan kesalahan staf.
Tanpa menyebut nama Trump secara langsung, Obama menegaskan bahwa perilaku provokatif tersebut adalah distraksi berbahaya bagi demokrasi.
“Pemulihan norma dan kesopanan publik hanya bisa tercapai jika masyarakat berani mengatakan ‘cukup’ terhadap segala bentuk pelecehan terhadap supremasi hukum,” pungkas presiden ke-44 AS tersebut.
Menyusul gelombang protes dan tekanan publik, pemerintahan Presiden Donald Trump pekan ini akhirnya mengumumkan akan mengakhiri lonjakan operasi penegakan imigrasi di wilayah Minnesota. Langkah ini diambil setelah rentetan video kekerasan aparat memicu kecaman luas dari berbagai organisasi hak asasi manusia. (Mun)
-
OLAHRAGA16/02/2026 19:41 WIBDidukung PTFI, Tiga Pemain PFA Tempah Kemampuan di Klub Austria
-
NASIONAL16/02/2026 18:30 WIBBareskrim: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi
-
OLAHRAGA16/02/2026 20:30 WIBBayern Muenchen Masih Perkasa di Puncak Klasemen
-
EKBIS16/02/2026 23:00 WIBBI Banten Mulai Layani Penukaran Uang Baru Idul Fitri
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 19:13 WIBBMKG Himbau Nelayan Waspadai Cuaca Buruk di Perairan Timika
-
OTOTEK16/02/2026 19:30 WIBChery Super Hybrid Berjarak Tempuh Hingga 2.000 Km
-
POLITIK17/02/2026 06:00 WIBBamsoet Desak Penataan Ulang Sistem Politik untuk Cegah Korup
-
NASIONAL17/02/2026 09:00 WIBSekjen Golkar: Revisi UU KPK Bukan Hanya Inisiatif DPR

















