DUNIA
Kedubes Iran Tuduh AS dan Israel Lakukan Serangan Brutal
AKTUALITAS.ID – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari hingga 9 Maret 2026.
Dalam pernyataan pers yang dirilis di Jakarta, Kedubes Iran menyebut serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sebagai agresi brutal yang telah menyebabkan banyak korban sipil serta kerusakan infrastruktur di wilayah Iran.
Kedubes Iran menyatakan lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil dilaporkan tewas sejak dimulainya serangan tersebut. Selain itu, sekitar 9.669 target sipil disebut mengalami kerusakan, termasuk ribuan rumah warga, pusat perdagangan, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga infrastruktur energi.
Menurut pernyataan tersebut, konflik juga menyebabkan serangan terhadap kapal perang Iran “Dena” di perairan internasional yang berjarak lebih dari 2.000 mil laut dari pantai Iran. Serangan itu disebut menewaskan 104 awak kapal yang tengah menjalankan misi pelatihan atas undangan Angkatan Laut India.
Kedutaan Besar Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta ancaman terhadap keamanan pelayaran global.
Selain itu, Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap sejumlah fasilitas vital, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta instalasi penyulingan air laut di Pulau Qeshm.
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan memiliki hak untuk mempertahankan diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Iran menyatakan angkatan bersenjatanya akan menggunakan seluruh kapasitas yang dimiliki untuk menghadapi agresi tersebut hingga serangan dihentikan atau Dewan Keamanan PBB mengambil langkah sesuai hukum internasional.
Kedubes Iran juga menegaskan bahwa operasi militer Iran ditujukan pada target yang dianggap menjadi sumber serangan terhadap negara tersebut, termasuk fasilitas militer yang mendukung agresi.
Di sisi lain, Iran tetap menyatakan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara di kawasan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan wilayah.
Namun Iran juga menilai keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah tidak memberikan kontribusi bagi stabilitas regional dan justru memperbesar potensi konflik.
Kedutaan Besar Iran turut menyinggung sejarah hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat yang dinilai telah mengalami beberapa kali pengkhianatan dalam proses negosiasi, termasuk penarikan AS dari kesepakatan nuklir JCPOA pada 2018 serta serangan militer di tengah proses perundingan pada 2025 dan 2026.
Melalui pernyataan tersebut, Kedubes Iran di Jakarta menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengutuk tindakan agresi yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel serta mendukung upaya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. (Mun)
-
RIAU10/03/2026 18:00 WIBAPP Bersama Paguyuban Sinarmas Tebar Berkah Ramadan dengan Bazar Rakyat dan Wakaf Al-Qur’an
-
DUNIA10/03/2026 17:30 WIBJika Tidak Ikuti Tuntutan AS, Trump Ancam Habisi Pemimpin Tertinggi Iran
-
NASIONAL10/03/2026 18:30 WIBTingkat Kecelakaan Tinggi, MTI dan KPAI Usul Larangan Mudik Motor Bawa Anak
-
EKBIS10/03/2026 23:00 WIBBahlil: Kapal Pertamina Segera Bebas dari Teluk Arab
-
EKBIS10/03/2026 16:30 WIBDemi Industrialisasi Sawit Berkelanjutan, Kementan Perkuat ISPO
-
NUSANTARA10/03/2026 17:00 WIBSeekor Tapir yang Masuk Sumur di KCBN Candi Muarajambi, Berhasil Dievakuasi
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 12:11 WIBPenembakan di Area Tambang Grasberg Mimika, 1 Karyawan Freeport Tewas
-
OLAHRAGA10/03/2026 18:15 WIBPersipani Paniai Tekuk Persidei Deiyai 3-0 di Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah

















