JABODETABEK
Parung Bakal Bertransformasi Sebagai Sentra Ekonomi
AKTUALITAS.ID – Kawasan Parung harus mulai dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi wajah baru perekonomian daerah sekaligus menjadi pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Bogor bagian utara.
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai melakukan transformasi kawasan Parung sebagai sentra ekonomi baru di wilayah utara Kabupaten Bogor melalui penataan Pasar Parung yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto, mengatakan, penataan Pasar Parung tidak hanya fokus penertiban pedagang kaki lima (PKL), tetapi menjadi bagian dari strategi besar pembangunan kawasan untuk mendukung masuknya investasi besar pada 2026–2027 di wilayah Kemang, Ciseeng, dan Parung.
“Penataan ini harus dilakukan secara adil dan terukur. Tidak bisa parsial. PKL, kebersihan, lalu lintas, hingga fasilitas pasar harus ditangani dalam satu sistem yang terintegrasi,” kata Rudy di Bogor, Sabtu (25/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan posko terpadu yang dilengkapi dasar hukum melalui Surat Keputusan (SK), serta penguatan personel di lapangan, termasuk penambahan tenaga harian lepas (PHL) di titik-titik strategis.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, penataan wilayah dilakukan secara bertahap dan estafet. Setelah fokus pada penataan kawasan Cibinong, kini perhatian pemerintah daerah mulai diarahkan ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.
“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban sesuai semangat Tegar Beriman. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” ujar Ajat.
Ia menambahkan, penataan Parung juga mencakup optimalisasi aset lama seperti terminal yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. Terminal tersebut kini tengah diaktifkan kembali dan akan diintegrasikan dengan Pasar Parung.
Selain itu, pembangunan akses jalan juga disiapkan untuk mempermudah mobilitas masyarakat agar tidak perlu memutar jauh saat menuju kawasan pasar dan terminal.
“Ke depan, kawasan Parung dirancang menjadi satu kesatuan yang terhubung hingga Ciseeng, bahkan mengangkat potensi lokal sebagai ikon kawasan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis penataan, termasuk relokasi PKL ke dalam area pasar.
Sebanyak 700 lapak telah disiapkan di area pasar untuk menampung para pedagang, khususnya sektor sayur-mayur, basahan, ayam, dan ikan.
“Penataan ini tidak hanya memindahkan PKL, tetapi juga membersihkan kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah terlebih dahulu sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi taman atau sentra ikan hias,” ujarnya.
Ia mengakui, pada awalnya sempat muncul pro dan kontra di kalangan pedagang. Namun seiring proses berjalan, dukungan terhadap program penataan kini semakin menguat dan mencapai sekitar 90 persen.
Perumda Pasar Tohaga juga menargetkan pengembangan kawasan Parung sebagai sentra ikan hias yang mampu bersaing di tingkat regional hingga menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
(Ari Wibowo/goeh)
-
JABODETABEK10/06/2026 23:00 WIBMantan Karyawan Gugat PT PetroChina International Jabung ke PHI
-
JABODETABEK10/06/2026 20:30 WIBTarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pramono Anung: Pasti Tetap Disubsidi Pemprov DKI
-
NASIONAL10/06/2026 20:00 WIBDPR Minta Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih Dilakukan Ketat
-
NASIONAL10/06/2026 20:47 WIBKLH Gelar Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan Envirotech di JICC
-
RIAU10/06/2026 19:45 WIBPolda Riau Musnahkan Narkoba Senilai Rp8,48 Miliar, Klaim Selamatkan 32 Ribu Jiwa
-
JABODETABEK11/06/2026 14:30 WIBKorban Dugaan Pemerasan Rp350 Juta oleh Oknum Pengacara Tempuh Jalur Hukum
-
POLITIK10/06/2026 21:00 WIBDua Faktor Ini Jadi Hambatan Gibran untuk Cari Pasangan Politik di Pilpres 2029
-
NASIONAL10/06/2026 21:28 WIBDua Tahun Berturut-turut Tak Masuk Daftar Kasus ILC, Menaker: Bukti Dialog Sosial Indonesia Terwujud
















