DUNIA
Donald Trump Ancam Keluar dari NATO Usai Tak Didukung Serang Iran
AKTUALITAS.ID – Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan sekutu Eropanya berada di ujung tanduk. Presiden AS, Donald Trump, melontarkan ancaman serius untuk menarik Negeri Paman Sam keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Kemarahan Trump memuncak setelah negara-negara sekutu di Eropa menolak keras untuk ikut campur dalam konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran. Penolakan ini menjadi sinyal terkuat bahwa Washington mulai memandang Eropa sebagai mitra pertahanan yang tidak bisa diandalkan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama The Telegraph, Trump secara terang-terangan meluapkan kekecewaannya terhadap blok pertahanan transatlantik tersebut.
“Saya sangat mempertimbangkan untuk keluar dari NATO,” tegas Trump.
Ia bahkan menyebut aliansi tersebut tidak memiliki nyali. “Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu bahwa mereka adalah macan kertas, dan Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin) juga mengetahui hal itu,” tambahnya.
Ketegangan ini bermula ketika AS meminta bantuan armada kapal perang NATO untuk membuka kembali Selat Hormuz—jalur krusial bagi aliran minyak dunia yang telah diblokir Teheran selama berminggu-minggu. Blokade ini merupakan respons Iran atas agresi AS dan Israel, yang berimbas pada lonjakan harga minyak dan gas global, serta mengancam dunia ke jurang resesi.
Namun, sekutu utama AS seperti Jerman, Prancis, dan Inggris menolak terlibat. Bahkan, Spanyol melarang wilayah udaranya digunakan untuk menyerang Iran, dan Polandia menolak mengembalikan sistem pertahanan rudal Patriot ke AS.
Para pemimpin Eropa berpegang teguh bahwa serangan AS-Israel ke Iran adalah tindakan ilegal. Karena AS yang memulai serangan terlebih dahulu, Pasal Bantuan Bersama NATO tidak berlaku dalam konteks ini. Jerman secara blak-blakan menyebut serangan tersebut mengacaukan stabilitas dunia.
Merespons absennya bantuan dari Eropa, Trump mencak-mencak di media sosial Truth Social. Ia menyindir negara-negara sekutu yang kini panik karena pasokan minyak terancam.
“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri kalian sendiri. AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian tidak berada di sana untuk kami,” tulis Trump.
Trump menantang negara seperti Inggris untuk mengerahkan keberanian pergi ke Selat Hormuz dan mengambil bahan bakar mereka sendiri. “Iran, pada dasarnya, telah hancur. Bagian tersulitnya sudah selesai. Ambil minyak kalian sendiri!” cetusnya, sembari menawarkan sekutu untuk membeli “bahan bakar jet” dari AS.
Kekecewaan senada juga disuarakan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Dalam konferensi pers, ia mengisyaratkan akan ada konsekuensi bagi negara-negara NATO yang menolak membantu.
Meski AS yang menginisiasi serangan, Hegseth menyoroti bahwa rudal-rudal balasan Iran justru menyasar wilayah sekutu AS (termasuk negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS), bukan daratan Amerika.
“Rudal-rudal itu bahkan tidak menjangkau Amerika Serikat. Mereka menyasar sekutu dan lainnya. Namun ketika kami meminta bantuan tambahan atau akses sederhana terhadap penerbangan, kami mendapatkan hambatan atau keragu-raguan,” tutup Hegseth dengan nada kecewa. (Mun)
-
FOTO01/04/2026 17:07 WIBFOTO: Halal Bihalal KWP Bersama DPR
-
NASIONAL01/04/2026 13:00 WIBPDIP Tolak Kasus Air Keras Diambil Alih Militer
-
POLITIK01/04/2026 14:00 WIBPakar Desak Prabowo Singkirkan Menteri Minim Pengalaman
-
NUSANTARA01/04/2026 12:30 WIBBanjir Lumpur Lumpuhkan Jalan di Kota Batu
-
PAPUA TENGAH01/04/2026 19:00 WIBDisperindag Mimika Pastikan Stok BBM dan LPG Aman
-
RAGAM01/04/2026 15:30 WIBTanpa Cuti Bersama, Pekerja Tetap Nikmati Libur Panjang di April 2026
-
NASIONAL01/04/2026 10:00 WIBMPR Desak Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Lebanon
-
JABODETABEK01/04/2026 22:00 WIBPMJ: Kasus Andrie Yunus Telah Dilimpahkan ke TNI

















