DUNIA
Iran Sukses Permalukan AS di Panggung Internasional
AKTUALITAS.ID – Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat dengan menyebut Iran berhasil mempermalukan Washington dalam dinamika konflik terbaru. Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap memburuknya hubungan antara AS dan sekutu Eropa.
Dalam pernyataannya di hadapan mahasiswa di Marsberg, negara bagian Rhine Utara-Westphalia, Senin, Merz menilai Iran menunjukkan kecakapan tinggi dalam strategi diplomasi, bahkan dengan cara tidak bernegosiasi.
“Iran sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan Amerika datang dan pergi tanpa hasil,” ujar Merz, seperti dikutip dari NDTV.
Menurutnya, langkah Iran tersebut secara efektif mempermalukan Amerika Serikat di mata dunia internasional, khususnya melalui peran Garda Revolusi Iran.
Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang semakin dalam antara Washington dan sekutu NATO di Eropa, terutama dalam menyikapi konflik Iran serta kebijakan militer AS.
Merz juga mengungkapkan kekecewaannya karena Jerman dan negara-negara Eropa tidak dilibatkan dalam keputusan awal serangan terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan konflik panjang AS di Irak dan Afghanistan, yang dinilai memiliki dampak berkepanjangan.
“Jika saya tahu konflik ini akan berlangsung selama lima hingga enam minggu dan semakin memburuk, saya akan bersikap lebih tegas sejak awal,” katanya.
Di sisi lain, upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan dinilai semakin menjauh setelah Amerika Serikat membatalkan kunjungan utusannya ke Islamabad.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dilaporkan melakukan perjalanan ke Rusia setelah perundingan di Pakistan dan Oman gagal mencapai hasil.
Ketegangan di kawasan juga berdampak signifikan terhadap jalur energi global. Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia, dilaporkan terganggu bahkan sebagian dipasangi ranjau.
Merz menyebut Jerman telah menawarkan bantuan berupa pengiriman kapal penyapu ranjau untuk membantu membuka jalur tersebut.
Konflik ini, lanjutnya, juga berdampak besar terhadap ekonomi Jerman dan Eropa, termasuk kerugian finansial serta gangguan pada stabilitas energi.
Pernyataan Kanselir Jerman ini menegaskan adanya perbedaan pandangan yang semakin tajam antara Amerika Serikat dan sekutu Eropanya, sekaligus memperlihatkan kompleksitas konflik global yang terus berkembang. (Mun)
-
EKBIS09/10/2026 20:00 WIBDriver Ojol Dapat Senjata Baru Lawan Aplikator
-
JABODETABEK10/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Mal
-
OASE10/10/2026 05:00 WIBPasir Hitam di Al-Qur’an Ada di Ayat Ini
-
POLITIK10/10/2026 13:00 WIBDenny Indrayana Tantang Prabowo Buka Suara soal Putusan MK dan Ijazah Gibran
-
NASIONAL09/10/2026 22:00 WIBTiga Orang Tewas dalam Kontak Tembak TNI dan OPM di Maybrat
-
POLITIK10/10/2026 11:00 WIBBobby: Sekalian Saja Permasalahkan Sarjananya Gibran
-
NUSANTARA09/10/2026 23:00 WIBBadan Geologi: 405 Kecamatan Masuk Peta Potensi Banjir Bandang
-
POLITIK10/10/2026 07:00 WIBPDIP Dukung Pansus Ijazah Gibran
















