DUNIA
Trump Buka Opsi Serangan Baru terhadap Iran
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman keras menjelang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua negara di Swiss.
Dalam pernyataannya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis, Trump menegaskan bahwa opsi aksi militer masih terbuka apabila Iran tidak mematuhi isi kesepakatan yang sedang dirundingkan.
“Ini belum final. Ini adalah nota kesepahaman. Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka. Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan kembali menjatuhkan bom tepat di atas kepala mereka,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena disampaikan hanya beberapa hari sebelum agenda penandatanganan MoU yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni, di Burgenstock, Swiss.
Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat hingga kini belum memublikasikan isi resmi nota kesepahaman tersebut. Wakil Presiden JD Vance menjelaskan bahwa penundaan dilakukan karena adanya proses diplomatik yang masih berlangsung bersama Qatar dan Pakistan sebagai negara mediator.
Menurut Vance, kedua negara meminta agar seluruh tahapan negosiasi dilakukan sesuai mekanisme yang telah disepakati. Ia menyebut dokumen kemungkinan akan diumumkan paling lambat pada hari penandatanganan.
Delegasi Iran dijadwalkan dipimpin Ketua DPR sekaligus mantan Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammed Bagher Ghalibaf. Sementara dari pihak Amerika Serikat, belum ada kepastian mengenai pimpinan delegasi, meski sebelumnya Trump mengindikasikan JD Vance akan hadir dan tidak menutup kemungkinan dirinya ikut menghadiri acara tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, nota kesepahaman itu mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari pembukaan Selat Hormuz, pencabutan sebagian sanksi terhadap Iran, hingga pengaturan masa depan program nuklir Teheran.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi proses negosiasi yang lebih luas guna mengurangi ketegangan dan membuka jalan menuju hubungan yang lebih stabil antara kedua negara. Namun, pernyataan terbaru Trump menunjukkan bahwa dinamika politik dan keamanan masih berpotensi memengaruhi proses tersebut. (Mun)
-
POLITIK08/08/2026 10:00 WIBAmnesty Desak Polisi Bebaskan Pengkritik Prabowo
-
POLITIK08/08/2026 11:00 WIBBawaslu Dorong IKU Jadi Budaya Kerja
-
EKBIS08/08/2026 14:00 WIBEddy Soeparno Dorong BUMN Terus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
-
DUNIA08/08/2026 12:00 WIBIran Ancam Gelapkan Negara-negara Teluk
-
NASIONAL08/08/2026 17:00 WIBPolisi Bongkar 4 Modus Hoaks di Medsos
-
NASIONAL08/08/2026 13:00 WIBIstana Bongkar Rahasia Nuklir Indonesia
-
DUNIA08/08/2026 15:00 WIBTrump Ngamuk, Amunisi AS Disebut Menipis
-
DUNIA08/08/2026 18:00 WIBNetanyahu Pecat 2 Pejabat Mossad Usai Operasi Gagal