EKBIS
Awal Perdagangan IHSG Merah Membara, Ratusan Saham Anjlok
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambruk 1,51%. Dalam dua menit perdagangan awal hari ini, Jumat (28/2/2025), IHSG turun 97,72 poin atau ke level 6.387,73.
Sebanyak 241 saham turun, 103 naik, dan 178 tidak berubah. Nilai transaksi pada awal perdagangan hari ini mencapai Rp424,55 miliar yang melibatkan 407,39 juta saham dalam 29.451 kali transaksi.
Pasar domestik masih dihantui sentimen negatif. Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia dalam MSCI dari equal-weight (EW) menjadi underweight (UW). Pelemahan ini dikaitkan dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang melemah serta menurunnya profitabilitas sektor siklikal.
Adapun pasar keuangan Indonesia hari ini diperkirakan masih akan tertekan karena banyaknya sentimen negatif, terutama dari luar negeri. Kebijakan tarif Trump hingga pengumuman data inflasi PCE serta lonjakan dolar AS bisa membuat pasar lesu.
Presiden Trump kembali mempertegas tabuhan genderang perang dagangnya dengan mengumumkan tarif baru terhadap Meksiko dan Kanada sebesar 25% akan mulai berlaku pada 4 Maret, sementara China akan dikenakan tambahan tarif 10% pada tanggal yang sama. Keputusan ini memperkuat kebijakan proteksionisme ekonomi yang menjadi ciri khas pemerintahannya, sekaligus menambah ketidakpastian di pasar global.
Selain itu, hari ini, 28 Februari 2025, Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan melakukan cutoff perubahan bobot saham Indonesia dalam indeks globalnya. Efektif per 3 Maret 2025, MSCI mengurangi bobot Indonesia dari 2,2% menjadi 1,5%, yang diperkirakan memicu tekanan jual dari investor asing dalam beberapa hari ke depan.
Selain rebalancing MSCI, pelaku pasar hari ini juga menanti rilis data Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index atau inflasi peribadi konsumen AS untuk Januari 2025. Inflasi PCE menjadi pertimbangan utama bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).
Inflasi PCE pada Desember 2024 sebelumnya mencatat kenaikan 2,8% (yoy) sementara proyeksi terbaru berada di 2,6% (yoy). Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka peluang pemangkasan suku bunga The Fed kemungkinan akan semakin tertunda.
Satu faktor positif datang dari datangnya bulan puasa pada akhir pekan ini. Umat Islam Indonesia akan menyambut Ramadhan pada akhir pekan ini. Muhammadiyah sudah mengumumkan akan memulai puasa pada Sabtu (1/3/2025) sementara pemerintah akan melakukan sidang isbat hari ini.
Puasa diharapkan bisa meningkatkan konsumsi masyarakat yang akan berdampak positif pada perusahaan dan ekonomi Indonesia. Saham-sahamm consumer goods akan diuntungkan seperti PT Unilever Indonesia dan Indogood Group. (Mun/Ari Wibowo)
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
FOTO13/05/2026 17:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
-
POLITIK13/05/2026 14:00 WIBDPR Buka Opsi Partai Melebur Demi Lolos Parlemen
-
POLITIK13/05/2026 13:00 WIBRevisi UU Pemilu Diperingatkan Jangan Jadi Alat Konsolidasi Kekuasaan
-
NASIONAL13/05/2026 15:45 WIBKPU RI Gandeng KPP DEM untuk Tingkatkan Literasi Kepemiluan dan Demokrasi
-
JABODETABEK13/05/2026 12:30 WIBParkir Ilegal Blok M Diduga Raup Rp100 Juta Sehari
-
NASIONAL13/05/2026 11:00 WIBPigai Ungkap Dunia Internasional Kini Pantau Konflik Papua
-
DUNIA13/05/2026 12:00 WIBUEA Nekat Hantam Kilang Iran