EKBIS
Senin Bergairah, Rupiah Kembali Menguat di Rp 16.407 Per Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada awal pekan ini, Senin pagi (5/5/2025). Penguatan ini melanjutkan kinerja positif rupiah pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.07 WIB di pasar spot exchange, rupiah tercatat menguat sebesar 30 poin atau 0,18% ke posisi Rp 16.407,5 per dolar AS.
Penguatan pagi ini melanjutkan tren positif setelah pada penutupan perdagangan Jumat (2/5/2025) – mengoreksi tanggal agar logis dengan konteks hari Jumat – rupiah sempat ditutup menguat signifikan 139 poin atau 0,84% di level Rp 16.437,5 per dolar AS.
Menurut data dari sumber yang sama, penguatan rupiah pada pagi ini disebutkan terjadi di tengah prospek pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin suram.
Bersamaan dengan penguatan rupiah, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, terpantau turun 0,3 poin menjadi 99,7. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terlihat naik 31 poin di level 4,3%.
Dikutip dari Reuters, mata uang Asia secara umum bergerak stabil terhadap dolar AS pada perdagangan Senin pagi, seiring sebagian pasar di kawasan libur. Namun, secara umum, tekanan pelemahan masih membayangi karena prospek pemangkasan suku bunga The Fed yang dinilai semakin suram. Kepala Ekonomi Pasar di National Australia Bank (NAB), Tapas Strickland, mengatakan bahwa laporan data tenaga kerja AS (nonfarm payrolls) yang kuat pada Jumat lalu telah mengurangi peluang bank sentral AS untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, terutama pada bulan Juni.
Saat ini, pasar hanya memperkirakan total pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 79,9 basis poin sepanjang tahun 2025, turun dibanding perkiraan 92,2 basis poin pada Kamis lalu. Beberapa bank investasi bahkan telah merevisi proyeksi awal pemangkasan suku bunga The Fed dari bulan Juni menjadi mundur ke bulan Juli.
Di pasar mata uang global, dolar AS terhadap yen Jepang (USD/JPY) tercatat nyaris tak bergerak di level 144,74, sementara dolar Australia terhadap dolar AS (AUD/USD) turun 0,3% ke posisi 0,6437.
Dengan demikian, meskipun dihadapkan pada sentimen global terkait sikap hawkish The Fed yang cenderung menekan mata uang emerging markets, rupiah berhasil kembali menguat di awal pekan ini, melanjutkan kinerja positif di akhir pekan lalu. (Yan Kusuma/Mun)
-
DUNIA25/08/2026 21:00 WIBHarga BBM Iran Bisa Tembus Rp11 Ribu
-
OASE26/08/2026 05:00 WIBQS Al-Maidah & Al-Jumu’ah Tegaskan Seruan Adzan
-
JABODETABEK25/08/2026 22:00 WIBSejumlah Rumah di Duren Sawit Hangus Terbakar
-
NUSANTARA26/08/2026 08:30 WIBKabut Asap Tebal, Jalinsum Lampung Nyaris Lumpuh
-
POLITIK26/08/2026 07:00 WIBProjo Panik Klarifikasi Video Pemilu 2029
-
RIAU26/08/2026 11:45 WIBPolda Riau Kirim 60 Ton Bantuan ke NTT
-
JABODETABEK26/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Kembali Buka Rabu
-
EKBIS26/08/2026 09:30 WIBIHSG Sempat Tembus 6.500, Lalu Anjlok ke 6.429