EKBIS
Rupiah Melemah di Awal Pekan Senin, Ketegangan Tarif AS Muncul Kembali
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memulai perdagangan awal pekan Senin (7/7/2025) dengan kelemahan, terkait dengan meningkatnya ketegangan terkait potensi kebijakan tarif balasan AS yang akan berlaku pada tenggat waktu mendatang.
Menurut data dari Bloomberg pada pukul 09.04 WIB, rupiah spot tercatat melemah sebesar 32 poin atau 0,2% ke level Rp 16.217 per dolar AS. Penurunan ini terjadi setelah rupiah pada akhir pekan Jumat (4/7/2025) sempat menguat sebesar 10 poin (0,06%) hingga Rp 16.185 per dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) pada saat itu tercatat sedikit melemah 0,14 poin menjadi 97,04.
Fluktuasi ini terjadi di tengah pasca-jeda 90 hari kebijakan tarif balasan AS yang akan berakhir pada Rabu (9/7/2025). Sentimen pasar menjadi ragu-ragu seiring dengan kembalinya ketegangan ini. Presiden AS Donald Trump menyatakan pada akhir minggu lalu bahwa surat pemberitahuan kenaikan tarif baru akan segera dikirimkan kepada setidaknya sebelas negara mitra dagang, termasuk Indonesia.
Ketegangan ini diantisipasi akan memicu volatilitas yang lebih besar di pasar mata uang global pada pekan ini. Sebuah catatan dari CBA Global Economic & Markets Research menulis, “Kenaikan tarif yang signifikan bisa memicu gejolak besar di pasar mata uang pekan ini.” Para ekonom menambahkan bahwa pasar keuangan saat ini terlihat terlalu tenang dan mungkin mengabaikan potensi risiko dari lonjakan tarif ini, terbukti dari tingkat volatilitas yang diantisipasi relatif rendah.
Pada awal perdagangan hari ini, mata uang-mata uang Asia lainnya juga menunjukkan gerakan terbatas terhadap dolar AS, sesuai dengan data Trading View.
Di pasar Asia, pasangan mata uang lain juga dipengaruhi oleh ketegangan yang sama. Menurut data LSEG, pasangan USD/KRW (won Korea Selatan) naik tipis sebesar 0,1% ke level 1.364,20, sementara AUD/USD (dolar Australia) melemah 0,2% ke posisi 0,6538.
Kembalinya ketegangan tarif AS menjadi titik fokus utama pelaku pasar keuangan, yang berpotensi memengaruhi arah nilai tukar rupiah dan mata uang-mata uang lainnya di tengah ketidakpastian negosiasi dagang yang sedang berjalan. (Yoke Firmansyah/Mun)
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
POLITIK26/06/2026 06:00 WIBGanjar Minta Prabowo Sebut Dalang Demo Bayaran
-
FOTO26/06/2026 05:35 WIBFOTO: Menko Infra AHY Pimpin Rapat Tingkat Menteri Bahas Tata Kelola Kebandarudaraan
-
RIAU26/06/2026 21:00 WIBPolres Bengkalis Tangkap Dua Tersangka Kasus Penggelapan Sepeda Motor
-
FOTO26/06/2026 22:45 WIBFOTO: Film CLBK Siap Tayang Serentak di Bioskop Indonesia
-
NASIONAL26/06/2026 20:49 WIBSudah Empat Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Baru akan Evaluasi Pelatihan Latsarmil
-
RAGAM26/06/2026 21:45 WIBButuh Hampir Satu Dekade, Ide Film CLBK Akhirnya Tembus Layar Lebar
-
EKBIS26/06/2026 07:00 WIBBahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Akan Naik Meski Dunia Memanas