EKBIS
Rupiah Terkoreksi ke Rp16.297 per Dolar AS, Pasar Tunggu Kejutan Data Inflasi Amerika
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali melemah pada perdagangan Selasa (12/8/2025), seiring meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) AS yang menjadi kunci arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.06 WIB, rupiah terkoreksi 18 poin (0,11%) ke level Rp16.297,5/USD. Sebelumnya, pada Senin (11/8), rupiah sempat ditutup menguat 13 poin (0,08%) di posisi Rp16.279,5/USD.
Kurs Rupiah di 5 Bank Besar Indonesia
| Bank | Kurs Jual (Rp/USD) | Kurs Beli (Rp/USD) |
|---|---|---|
| BRI | 16.324 | 16.298 |
| Mandiri | 16.375 | 16.025 |
| BNI | 16.440 | 16.160 |
| BCA | 16.430 | 16.130 |
| CIMB Niaga | 16.290 | 16.265 |
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang cenderung stabil. Pasar menanti rilis data CPI AS, yang diprediksi akan menentukan langkah The Fed dalam rapat 17 September 2025.
Saat ini, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan depan diperkirakan mencapai 89%. Namun, jika inflasi melampaui ekspektasi, The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat keyakinan pasar bahwa pelonggaran moneter akan segera dilakukan. (Yoke Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL04/08/2026 06:00 WIBIwan Sumule Ajak Semua Elemen Bangsa Kawal Kebijakan Prabowo
-
JABODETABEK04/08/2026 07:30 WIBPolda Metro Bekuk Penyebar Hoaks Demo Jelang 17 Agustus
-
JABODETABEK04/08/2026 06:30 WIBPolda Metro Sebar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
-
NASIONAL04/08/2026 16:00 WIBDPR: Jangan Percaya Isu Gaji ASN Dipotong Demi PPPK
-
POLITIK04/08/2026 14:03 WIBPuadi: Mahasiswa Kunci Pengawasan Pemilu di Era Digital
-
POLITIK04/08/2026 07:00 WIBPanas! 48 Tim Lolos Bawa Isu Penguatan Bawaslu di Debat Pemilu 2026
-
Berita04/08/2026 05:30 WIBBMKG: Waspada Hujan Ringan Saat Malam di Jakarta Selatan dan Timur
-
DUNIA04/08/2026 12:00 WIBIran Tegaskan Tak Ada Dialog Baru dengan Amerika Serikat