DUNIA
Serangan Saudi Hantam Mokha, Anak-anak Jadi Korban
AKTUALITAS.ID – Ambisi menguasai jalur perairan strategis di Timur Tengah kembali meminta tumbal darah warga sipil. Gempuran udara dari koalisi pimpinan Arab Saudi menghantam kota pelabuhan Mokha, Yaman, di pesisir Laut Merah pada Selasa (22/9). Serangan mematikan ini menewaskan enam orang dan melukai delapan lainnya, di mana anak-anak dan wanita tak berdosa turut menjadi korban.
“Enam warga sipil, termasuk dua anak-anak dan seorang wanita tewas. Sementara delapan lainnya termasuk seorang anak dan wanita terluka dalam serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Mokha,” ungkap laporan kantor berita Saba yang berafiliasi dengan milisi Houthi.
Gempuran membabi buta koalisi Arab Saudi ini merupakan respons panik atas manuver kilat milisi Houthi. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok yang dibekingi Iran tersebut sukses mencaplok seluruh pesisir Laut Merah, termasuk Mokha. Tangan besi Houthi ini membuat pemerintahan resmi Yaman yang disokong penuh oleh Riyadh kewalahan total dan kehilangan pijakan strategisnya.
Kondisi yang makin terjepit memaksa elite Yaman dan Saudi mengemis bantuan ke Washington. Pada Senin (21/9), Kepala Badan Pemerintahan Yaman, Rashad Al Alimi, dilaporkan langsung menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meminta sokongan militer guna menggempur balik Houthi.
Namun, respons Washington jauh dari harapan. Trump secara tegas menolak memberikan komitmen militer apa pun, dan hanya berdalih bahwa pembicaraan tersebut sekadar bentuk “solidaritas”. Tak hanya Al Alimi, The New York Times juga membocorkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), sempat melobi keras Trump untuk menyerang Houthi, namun permintaan sang Pangeran juga mentah di tangan Trump.
Absennya intervensi militer AS membuat Houthi kini makin tak terbendung. Kelompok milisi ini telah mencengkeram kuat wilayah pesisir yang menghadap Selat Bab Al Mandab, jalur perairan yang menjadi tumpuan lalu lintas energi global. Penguasaan titik vital ini tak hanya memukul mundur pasukan pemerintah Yaman, tetapi juga menjadi kemenangan telak bagi proksi Iran dalam mengendalikan urat nadi kawasan Teluk. (Mun)
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
DUNIA22/09/2026 08:00 WIBDibombardir Ukraina, Partai Putin Menang Telak 57,83%
-
JABODETABEK22/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka di 5 Lokasi Hari Ini
-
POLITIK22/09/2026 03:00 WIBBawaslu Butuh Gagasan Mahasiswa untuk Benahi Hukum Pemilu
-
JABODETABEK22/09/2026 04:30 WIBPasar Mobil Kemayoran Dilalap Api