EKBIS
Bayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Indonesia Tergerus US$1,9 Miliar di Awal 2026
AKTUALITAS.ID – Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 sebesar US$154,6 miliar, mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang tercatat US$156,5 miliar. Dengan demikian, cadangan devisa RI turun sekitar US$1,9 miliar dalam sebulan.
Dalam siaran pers yang dirilis Jumat (6/2/2026), Bank Indonesia menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
“Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” tulis BI.
Meski mengalami penurunan, BI menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang sangat memadai. Pada akhir Januari 2026, cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor, atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Angka tersebut berada jauh di atas standar kecukupan internasional, yang umumnya berada di kisaran 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelas BI.
Lebih lanjut, Bank Indonesia menyampaikan keyakinannya bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal ini didukung oleh posisi cadangan devisa yang kuat serta aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, seiring dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang dinilai tetap menarik.
Ke depan, BI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah dalam menjaga stabilitas eksternal.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas BI. (Bowo/Mun)
-
EKBIS10/02/2026 11:30 WIBLanjut Naik! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 10 Februari 2026
-
RAGAM10/02/2026 15:30 WIBLibur Panjang! Ini Kalender Libur Awal Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk Siswa SD-SMA
-
NASIONAL10/02/2026 11:00 WIBRibuan Pasukan TNI AD Siap Berangkat ke Gaza untuk Misi Perdamaian
-
EKBIS10/02/2026 10:30 WIBRupiah Menguat Lagi Hari Ini ke Rp16.790 per Dolar AS
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
RAGAM10/02/2026 13:30 WIBBukan Cuma Hujan, Peneliti BRIN Ungkap 3 Penyebab Utama Jakarta Sering Banjir
-
NASIONAL10/02/2026 10:00 WIBDKPP Beri Sanksi Pemberhentian Tetap kepada 3 Anggota KPU
-
DUNIA10/02/2026 08:00 WIBMenteri Israel Perluas Penjajahan di Tepi Barat, Hamas Serukan Pemberontakan

















