EKBIS
Rupiah Dibuka Stagnan di Rp16.720 Menjelang RDG Bank Indonesia
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah dibuka stagnan terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa (18/11/2025), berada di level Rp16.720 per US dollar menjelang pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Level pembukaan ini sama dengan posisi penutupan sesi sebelumnya, setelah rupiah terkoreksi 0,18% pada perdagangan terakhir.
Data pasar menunjukkan indeks dolar AS (DXY) bergerak tipis melemah 0,05% pada pukul 09.00 WIB ke angka 99,541, menurun dari penutupan sesi sebelumnya yang menguat ke 99,588. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pelaku pasar yang menahan posisi sambil menunggu sinyal arah kebijakan moneter domestik.
Pergerakan rupiah diperkirakan relatif terbatas dalam 24 jam ke depan karena investor fokus pada hasil RDG Bank Indonesia. Keputusan resmi terkait suku bunga acuan BI rate akan diumumkan pada Rabu (19/11/2025). Pada RDG Oktober lalu, BI mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% setelah sepanjang 2025 melakukan pemangkasan akumulatif sebesar 125 basis poin untuk merespons perlambatan ekonomi domestik dan meredanya tekanan global pada semester pertama.
Dari sisi eksternal, dinamika The Fed masih menjadi faktor penentu. Kenaikan dolar AS di awal minggu lalu didorong oleh pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve yang cenderung mempertahankan suku bunga, sehingga menurunkan probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember. Peluang pemangkasan suku bunga kini diperkirakan lebih rendah dibanding awal bulan.
Namun, munculnya suara dovish dari pejabat The Fed seperti Gubernur Christopher Waller yang kembali menunjukan preferensi untuk pemangkasan suku bunga di Desember memberi tekanan berlawanan pada dolar. Waller menilai pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dan namanya sempat muncul sebagai calon pengganti Ketua The Fed Jerome Powell ketika masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026.
Dengan kombinasi sentimen domestik menanti keputusan BI dan sentimen eksternal terkait arah kebijakan The Fed, volatilitas rupiah dalam jangka pendek tetap mungkin terjadi. Pelaku pasar direkomendasikan untuk memantau rilis ekonomi terkini, pernyataan anggota Dewan Gubernur BI, serta perkembangan kebijakan The Fed sebagai indikator risiko valuta asing. (Firmansyah/Mun)
-
DUNIA02/05/2026 12:00 WIBSenator AS Ungkap Trump Rancang Serangan ke Iran
-
RIAU02/05/2026 16:00 WIBSindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 16:30 WIBYan Mandenas dan Kapolda PPT Pantau Pendistribusian dan Cek Kesiapan Stok Beras di Bulog KC Timika
-
EKBIS02/05/2026 17:30 WIBBeri Dampak Sosial-Ekonomi, Danantara Evaluasi Beragam Peluang
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 23:00 WIBAntusiasme Tinggi Warnai Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa Bersama Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika
-
POLITIK02/05/2026 10:00 WIBPKS: Usulan Yusril Soal Threshold Masuk Akal
-
NASIONAL02/05/2026 18:00 WIBKPAI Minta Proses Hukum Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Ciawi
-
POLITIK02/05/2026 18:30 WIBMegawati: Pancasila Harus Jadi Ruh Hukum di Tengah Hiper-Regulasi

















